'Ilmu Sharaf · Bab 2

المجرد والمزيد

Kata Dasar dan Kata Tambahan

Versi Lengkap dan Diperdalam

Berdasarkan kitab «البداية في علم الصرف» karya Ali An-Namr

Pengantar Konsep

Bab ini membahas satu pembagian paling fundamental dalam ilmu Sharaf: apakah sebuah kata (baik fi'il maupun isim) hanya terdiri dari huruf-huruf aslinya saja (mujarrad), atau mendapat tambahan huruf di luar huruf aslinya (mazid). Pemahaman ini penting karena banyak perubahan makna dalam bahasa Arab justru terjadi lewat penambahan huruf — bukan mengganti akar katanya. Bab ini terbagi dua pembahasan besar: mujarrad-mazid pada fi'il, dan mujarrad-mazid pada isim.

Huruf Asli
Huruf Tambahan (Za'idah)
Pembahasan Pertama

Mujarrad dan Mazid pada Fi'il

1 Dua Jenis Huruf dalam Kata الضابط الأول▾

Huruf asli — huruf yang menjadi bagian inti/akar kata, tidak pernah gugur dalam tashrif kecuali karena sebab sharaf tertentu (seperti bertemu huruf sukun atau kaidah i'lal).

Huruf tambahan (za'idah) — huruf yang ditambahkan di atas huruf-huruf asli untuk membentuk makna baru atau bentuk kata baru, dan bisa saja gugur pada sebagian bentuk tashrifnya tanpa mengubah identitas akar kata.

ق
ت
ل
قَتَلَ (membunuh) — ketiga hurufnya (ق ت ل) adalah huruf asli, inilah akar katanya.
ق
ا
ت
ل
قَاتِل (yang membunuh, isim fa'il dari قَتَلَ) — huruf alif adalah tambahan; ia bisa hilang pada bentuk-bentuk turunan lain, sementara ق ت ل tetap ada di semua bentuknya.
Cara membedakan: huruf asli adalah huruf yang jika dibuang, akar makna kata itu akan hilang atau berubah total. Huruf tambahan adalah "pelengkap" yang menumpang di atas akar tersebut untuk membentuk makna turunan.
2 Dua Jenis Ziyadah (Tambahan) الضابط الثاني▾

Tambahan huruf pada sebuah kata bisa muncul dengan dua cara:

1. Tambahan akibat pengulangan huruf asli — salah satu huruf asli kata itu sendiri diulang/digandakan (bukan huruf baru).

خ
رّ
ج
خَرَّجَ (mengeluarkan, makna intensif) — huruf ر dari akar خ-ر-ج diulang/ditasydidkan; bukan huruf baru dari luar akar.

2. Tambahan dari huruf-huruf سَأَلْتُمُونِيهَا — sepuluh huruf yang boleh menjadi tambahan: س، أ، ل، ت، م، و، ن، ي، ه، ا.

م
س
ت
خ
ر
ج
مُسْتَخْرَج (yang dikeluarkan, makna "mencari untuk mengeluarkan") — huruf م، س، ت disisipkan ke akar خ-ر-ج.
Perbedaan dua jenis ini penting: jenis pertama menambah "bobot" pada huruf yang sudah ada (lewat tasydid), sedangkan jenis kedua benar-benar menyisipkan huruf baru dari luar akar kata.
3 Fi'il Mujarrad الضابط الثالث▾

Definisi: fi'il yang seluruh hurufnya adalah huruf asli, tidak gugur kecuali karena sebab sharaf. Artinya, tidak ada satu pun huruf tambahan di dalamnya — murni akar kata saja.

Fi'il mujarrad ini terbagi dua berdasarkan jumlah hurufnya: tsulatsi (tiga huruf) dan ruba'i (empat huruf).

4 Fi'il Mazid الضابط الرابع▾

Definisi: fi'il yang mendapat tambahan satu, dua, atau tiga huruf di atas huruf-huruf aslinya. Batas maksimal tambahan dalam bahasa Arab adalah tiga huruf — tidak ada fi'il yang mendapat tambahan lebih dari itu.

5 Tiga Wazan Fi'il Tsulatsi Mujarrad الضابط الخامس▾

Fi'il tsulatsi mujarrad hanya punya tiga kemungkinan wazan, dibedakan dari harakat huruf 'ain fi'il-nya (huruf kedua):

1فَعَلَضَرَبَ (memukul)

fathah pada 'ain

2فَعِلَعَلِمَ (mengetahui)

kasrah pada 'ain

3فَعُلَحَسُنَ (menjadi baik/indah)

dhammah pada 'ain

Ketiga wazan ini menjadi dasar bagi seluruh pembahasan sharaf tsulatsi mujarrad di kitab ini, termasuk nanti dalam pembentukan mashdar (Bab 7) dan shifah musyabbahah (Bab 8).

6 Enam Bina Mudhari' dari Tsulatsi Mujarrad الضابط السادس▾

Karena harakat 'ain fi'il pada bentuk mudhari' tidak selalu mengikuti pola harakat 'ain fi'il pada madhi-nya, gabungan madhi dan mudhari' ini menghasilkan enam kemungkinan pola:

NoPolaContoh
1فَعَلَ يَفْعِلُضَرَبَ يَضْرِبُ
2فَعَلَ يَفْعُلُنَصَرَ يَنْصُرُ
3فَعَلَ يَفْعَلُسَأَلَ يَسْأَلُ
4فَعِلَ يَفْعَلُعَلِمَ يَعْلَمُ
5فَعِلَ يَفْعِلُحَسِبَ يَحْسِبُ
6فَعُلَ يَفْعُلُحَسُنَ يَحْسُنُ
Catatan penting: wazan فَعُلَ pada madhi HANYA punya satu kemungkinan pada mudhari', yaitu يَفْعُلُ (pola nomor 6) — tidak pernah berubah ke pola lain. Ini karena فَعُلَ digunakan khusus untuk makna sifat/watak bawaan (seperti حَسُنَ = "menjadi baik/tampan"), yang secara alami harakat 'ain-nya konsisten dhammah di kedua bentuk.

Sebaliknya, wazan فَعَلَ pada madhi bisa berubah jadi tiga kemungkinan mudhari' (nomor 1, 2, 3), dan فَعِلَ pada madhi bisa berubah jadi dua kemungkinan mudhari' (nomor 4, 5). Pola mana yang berlaku untuk kata tertentu umumnya harus dihafal langsung dari kamus (sima'i), karena tidak ada kaidah pasti yang bisa memprediksinya untuk semua kata.

7 Wazan Fi'il Ruba'i Mujarrad الضابط السابع▾

Berbeda dengan tsulatsi yang punya tiga wazan, fi'il ruba'i mujarrad hanya punya satu wazan saja:

1فَعْلَلَزَخْرَفَ (menghias/memperindah dengan berlebihan)

Karena hanya ada satu wazan, tidak ada variasi harakat 'ain fi'il seperti pada tsulatsi.

8 Wazan Fi'il Tsulatsi Mazid الضابط الثامن▾

Fi'il tsulatsi mazid (tsulatsi yang mendapat huruf tambahan) terbagi tiga bagian berdasarkan jumlah huruf tambahannya.

Bagian Pertama — Tambahan Satu Huruf (3 wazan)

1أَفْعَلَأَحْسَنَ (berbuat baik, dari حَسُنَ)

tambahan hamzah di depan

2فَاعَلَشَارَكَ (berserikat, dari شَرِكَ)

tambahan alif setelah huruf pertama

3فَعَّلَعَظَّمَ (mengagungkan, dari عَظُمَ)

tambahan berupa tasydid pada 'ain fi'il

Tiga wazan ini adalah wazan tsulatsi mazid yang paling sering muncul dalam bahasa Arab sehari-hari maupun Al-Qur'an, dan biasanya menunjukkan makna transitif (muta'addi) dari fi'il lazim aslinya — dibahas lebih lanjut di Bab 5.

Bagian Kedua — Tambahan Dua Huruf (5 wazan)

1انْفَعَلَانْدَفَعَ (terdorong, dari دَفَعَ)

tambahan hamzah washal dan nun — biasanya makna muthawa'ah (menerima efek suatu perbuatan/pasif alami)

2افْتَعَلَاجْتَمَعَ (berkumpul, dari جَمَعَ)

tambahan hamzah washal dan ta' setelah fa' fi'il

3افْعَلَّابْيَضَّ (menjadi putih, dari بَيَاض)

tambahan hamzah washal dan tasydid pada lam fi'il — khusus makna warna dan cacat

4تَفَاعَلَتَشَارَكَ (saling berserikat, dari شَرِكَ)

tambahan ta' dan alif — biasanya makna musyarakah (saling/timbal balik)

5تَفَعَّلَتَصَدَّقَ (bersedekah, dari صَدَقَ)

tambahan ta' dan tasydid pada 'ain fi'il — biasanya muthawa'ah dari wazan فَعَّلَ

Bagian Ketiga — Tambahan Tiga Huruf (4 wazan)

1اسْتَفْعَلَاسْتَغْفَرَ (memohon ampun, dari غَفَرَ)

tambahan hamzah washal, sin, dan ta' — biasanya makna thalab (meminta/mencari sesuatu)

2افْعَوْعَلَاعْشَوْشَبَ (tanah dipenuhi rumput lebat, dari ع-ش-ب)

tambahan hamzah washal, pengulangan 'ain fi'il, dan wawu — jarang dipakai, makna intensif/berlebihan

3افْعَوَّلَاجْلَوَّذَ (perjalanan jauh/cepat, dari ج-ل-ذ)

tambahan hamzah washal, wawu bertasydid — sangat jarang dipakai

4افْعَالَّاحْمَارَّ (menjadi sangat merah, dari ح-م-ر)

tambahan hamzah washal, alif, dan tasydid pada lam fi'il — mirip افْعَلَّ tapi makna lebih intensif

9 Wazan Fi'il Ruba'i Mazid الضابط التاسع▾

Bagian Pertama — Tambahan Satu Huruf (1 wazan)

1تَفَعْلَلَتَدَحْرَجَ (menggelinding sendiri, dari دَحْرَجَ)

tambahan ta' di depan wazan ruba'i mujarrad فَعْلَلَ — menunjukkan makna muthawa'ah

Bagian Kedua — Tambahan Dua Huruf (2 wazan)

1افْعَلَلَّاشْمَأَزَّ (merasa jijik/enggan, akar ش-م-أ-ز)

tambahan hamzah washal dan tasydid pada huruf terakhir

2افْعَنْلَلَاحْرَنْجَمَ (bermaksud lalu mengurungkan niat, akar ح-ر-ج-م)

tambahan hamzah washal dan nun di tengah — sangat jarang dipakai

Pembahasan Kedua

Mujarrad dan Mazid pada Isim

Setelah membahas fi'il, kitab beralih ke pembahasan yang sama pada isim (kata benda). Konsepnya paralel: isim juga bisa murni terdiri dari huruf asli saja (mujarrad), atau mendapat tambahan huruf (mazid).

1 Isim Mujarrad الضابط الأول▾

Definisi: isim yang seluruh hurufnya adalah huruf asli, tanpa ada tambahan sama sekali.

2 Isim Mazid الضابط الثاني▾

Definisi: isim yang mendapat tambahan huruf di atas huruf-huruf aslinya.

3 Sepuluh Wazan Isim Tsulatsi Mujarrad الضابط الثالث▾

Berbeda dengan fi'il tsulatsi mujarrad yang hanya punya tiga wazan, isim tsulatsi mujarrad punya sepuluh wazan yang mungkin, karena kombinasi harakat pada huruf fa' dan 'ain-nya jauh lebih variatif (isim tidak terikat aturan i'rab fi'il):

NoWazanContohArti
1فَعْلٌسَهْمٌanak panah
2فَعَلٌقَمَرٌbulan
3فِعْلٌكَتِفٌpundak
4فَعُلٌعَضُدٌlengan atas
5فِعَلٌحِمْلٌbeban
6فَعَلٌعِنَبٌanggur
7فِعِلٌإِبِلٌunta
8فُعْلٌقُفْلٌkunci
9فُعَلٌصُرَدٌburung srigunting
10فُعُلٌعُنُقٌleher

Karena banyaknya variasi ini, wazan isim tsulatsi mujarrad umumnya bersifat sima'i (harus dihafal dari penggunaan bahasa Arab yang sudah baku), tidak bisa diprediksi murni dengan kaidah qiyasi.

4 Enam Wazan Isim Ruba'i Mujarrad الضابط الرابع▾
NoWazanContohArti
1فَعْلَلٌجَعْفَرٌnama diri/anak sungai kecil
2فِعْلِلٌدِعْبِلٌtelur katak
3فُعْلُلٌبُلْبُلٌburung bulbul
4فِعْلَلٌدِرْهَمٌdirham (satuan uang)
5فِعَلٌّقِمَطْرٌtempat penyimpanan buku
6فُعْلَلٌطُحْلَبٌlumut hijau di air
5 Empat Wazan Isim Khumasi Mujarrad الضابط الخامس▾
NoWazanContohArti
1فَعَلَّلٌسَفَرْجَلٌbuah quince (jamak: سَفَارِج)
2فَعْلَلِلٌجَحْمَرِشٌperempuan tua/unta besar, kelinci besar
3فُعَلِّلٌقُذَعْمِلٌorang yang pendek dan gemuk
4فِعْلَلٌّقِرْطَعْبٌsesuatu yang hina/remeh

Isim khumasi mujarrad (lima huruf asli tanpa tambahan) tergolong sangat jarang dalam bahasa Arab — kebanyakan kata lima huruf sebenarnya adalah kata tsulatsi atau ruba'i yang sudah mendapat tambahan huruf (mazid), bukan mujarrad murni.

6 Isim Mazid dengan Berbagai Jumlah Tambahan الضابط السادس▾

Isim mazid bisa mendapat tambahan satu hingga empat huruf:

1 hurufغَافِرٌ

yang mengampuni, dari غَفَرَ

2 hurufمَغْفُورٌ

yang diampuni

3 hurufمُسْتَغْفِرٌ

yang memohon ampun

4 hurufاسْتِغْفَارٌ

permohonan ampun

Pola-pola isim mazid ini akan sangat sering muncul kembali di Bab 8 (Musytaqqat), karena hampir semua bentuk musytaq (isim fa'il, isim maf'ul, shighah mubalaghah, dst.) pada dasarnya adalah isim mazid yang dibentuk dari fi'il-fi'il mazid yang sudah dibahas di bab ini.

Penutup

Rangkuman Bab 2

Pada Fi'il

KategoriJumlah WazanContoh Representatif
Tsulatsi mujarrad3 wazan (فَعَلَ / فَعِلَ / فَعُلَ)ضَرَبَ / عَلِمَ / حَسُنَ
Ruba'i mujarrad1 wazan (فَعْلَلَ)زَخْرَفَ
Tsulatsi mazid +1 huruf3 wazanأَحْسَنَ / شَارَكَ / عَظَّمَ
Tsulatsi mazid +2 huruf5 wazanانْدَفَعَ / اجْتَمَعَ / ابْيَضَّ / تَشَارَكَ / تَصَدَّقَ
Tsulatsi mazid +3 huruf4 wazanاسْتَغْفَرَ / اعْشَوْشَبَ / اجْلَوَّذَ / احْمَارَّ
Ruba'i mazid +1 huruf1 wazan (تَفَعْلَلَ)تَدَحْرَجَ
Ruba'i mazid +2 huruf2 wazanاشْمَأَزَّ / احْرَنْجَمَ

Pada Isim

KategoriJumlah Wazan
Tsulatsi mujarrad10 wazan
Ruba'i mujarrad6 wazan
Khumasi mujarrad4 wazan
Mazidbervariasi (1–4 huruf tambahan)

Pemahaman Bab 2 ini menjadi kunci untuk memahami Bab 7 (Mashadir) dan Bab 8 (Musytaqqat), karena aturan pembentukan mashdar dan isim-isim bentukan lainnya sangat bergantung pada wazan asal fi'ilnya — apakah tsulatsi mujarrad, ruba'i mujarrad, atau salah satu dari sekian banyak wazan mazid yang sudah dijelaskan di bab ini.