Pengantar Konsep
Bab ini membahas satu pembagian paling fundamental dalam ilmu Sharaf: apakah sebuah kata (baik fi'il maupun isim) hanya terdiri dari huruf-huruf aslinya saja (mujarrad), atau mendapat tambahan huruf di luar huruf aslinya (mazid). Pemahaman ini penting karena banyak perubahan makna dalam bahasa Arab justru terjadi lewat penambahan huruf — bukan mengganti akar katanya. Bab ini terbagi dua pembahasan besar: mujarrad-mazid pada fi'il, dan mujarrad-mazid pada isim.
Mujarrad dan Mazid pada Fi'il
1 Dua Jenis Huruf dalam Kata الضابط الأول▾
Huruf asli — huruf yang menjadi bagian inti/akar kata, tidak pernah gugur dalam tashrif kecuali karena sebab sharaf tertentu (seperti bertemu huruf sukun atau kaidah i'lal).
Huruf tambahan (za'idah) — huruf yang ditambahkan di atas huruf-huruf asli untuk membentuk makna baru atau bentuk kata baru, dan bisa saja gugur pada sebagian bentuk tashrifnya tanpa mengubah identitas akar kata.
2 Dua Jenis Ziyadah (Tambahan) الضابط الثاني▾
Tambahan huruf pada sebuah kata bisa muncul dengan dua cara:
1. Tambahan akibat pengulangan huruf asli — salah satu huruf asli kata itu sendiri diulang/digandakan (bukan huruf baru).
2. Tambahan dari huruf-huruf سَأَلْتُمُونِيهَا — sepuluh huruf yang boleh menjadi tambahan: س، أ، ل، ت، م، و، ن، ي، ه، ا.
3 Fi'il Mujarrad الضابط الثالث▾
Definisi: fi'il yang seluruh hurufnya adalah huruf asli, tidak gugur kecuali karena sebab sharaf. Artinya, tidak ada satu pun huruf tambahan di dalamnya — murni akar kata saja.
Fi'il mujarrad ini terbagi dua berdasarkan jumlah hurufnya: tsulatsi (tiga huruf) dan ruba'i (empat huruf).
4 Fi'il Mazid الضابط الرابع▾
Definisi: fi'il yang mendapat tambahan satu, dua, atau tiga huruf di atas huruf-huruf aslinya. Batas maksimal tambahan dalam bahasa Arab adalah tiga huruf — tidak ada fi'il yang mendapat tambahan lebih dari itu.
5 Tiga Wazan Fi'il Tsulatsi Mujarrad الضابط الخامس▾
Fi'il tsulatsi mujarrad hanya punya tiga kemungkinan wazan, dibedakan dari harakat huruf 'ain fi'il-nya (huruf kedua):
fathah pada 'ain
kasrah pada 'ain
dhammah pada 'ain
Ketiga wazan ini menjadi dasar bagi seluruh pembahasan sharaf tsulatsi mujarrad di kitab ini, termasuk nanti dalam pembentukan mashdar (Bab 7) dan shifah musyabbahah (Bab 8).
6 Enam Bina Mudhari' dari Tsulatsi Mujarrad الضابط السادس▾
Karena harakat 'ain fi'il pada bentuk mudhari' tidak selalu mengikuti pola harakat 'ain fi'il pada madhi-nya, gabungan madhi dan mudhari' ini menghasilkan enam kemungkinan pola:
| No | Pola | Contoh |
|---|---|---|
| 1 | فَعَلَ يَفْعِلُ | ضَرَبَ يَضْرِبُ |
| 2 | فَعَلَ يَفْعُلُ | نَصَرَ يَنْصُرُ |
| 3 | فَعَلَ يَفْعَلُ | سَأَلَ يَسْأَلُ |
| 4 | فَعِلَ يَفْعَلُ | عَلِمَ يَعْلَمُ |
| 5 | فَعِلَ يَفْعِلُ | حَسِبَ يَحْسِبُ |
| 6 | فَعُلَ يَفْعُلُ | حَسُنَ يَحْسُنُ |
Sebaliknya, wazan فَعَلَ pada madhi bisa berubah jadi tiga kemungkinan mudhari' (nomor 1, 2, 3), dan فَعِلَ pada madhi bisa berubah jadi dua kemungkinan mudhari' (nomor 4, 5). Pola mana yang berlaku untuk kata tertentu umumnya harus dihafal langsung dari kamus (sima'i), karena tidak ada kaidah pasti yang bisa memprediksinya untuk semua kata.
7 Wazan Fi'il Ruba'i Mujarrad الضابط السابع▾
Berbeda dengan tsulatsi yang punya tiga wazan, fi'il ruba'i mujarrad hanya punya satu wazan saja:
Karena hanya ada satu wazan, tidak ada variasi harakat 'ain fi'il seperti pada tsulatsi.
8 Wazan Fi'il Tsulatsi Mazid الضابط الثامن▾
Fi'il tsulatsi mazid (tsulatsi yang mendapat huruf tambahan) terbagi tiga bagian berdasarkan jumlah huruf tambahannya.
Bagian Pertama — Tambahan Satu Huruf (3 wazan)
tambahan hamzah di depan
tambahan alif setelah huruf pertama
tambahan berupa tasydid pada 'ain fi'il
Tiga wazan ini adalah wazan tsulatsi mazid yang paling sering muncul dalam bahasa Arab sehari-hari maupun Al-Qur'an, dan biasanya menunjukkan makna transitif (muta'addi) dari fi'il lazim aslinya — dibahas lebih lanjut di Bab 5.
Bagian Kedua — Tambahan Dua Huruf (5 wazan)
tambahan hamzah washal dan nun — biasanya makna muthawa'ah (menerima efek suatu perbuatan/pasif alami)
tambahan hamzah washal dan ta' setelah fa' fi'il
tambahan hamzah washal dan tasydid pada lam fi'il — khusus makna warna dan cacat
tambahan ta' dan alif — biasanya makna musyarakah (saling/timbal balik)
tambahan ta' dan tasydid pada 'ain fi'il — biasanya muthawa'ah dari wazan فَعَّلَ
Bagian Ketiga — Tambahan Tiga Huruf (4 wazan)
tambahan hamzah washal, sin, dan ta' — biasanya makna thalab (meminta/mencari sesuatu)
tambahan hamzah washal, pengulangan 'ain fi'il, dan wawu — jarang dipakai, makna intensif/berlebihan
tambahan hamzah washal, wawu bertasydid — sangat jarang dipakai
tambahan hamzah washal, alif, dan tasydid pada lam fi'il — mirip افْعَلَّ tapi makna lebih intensif
9 Wazan Fi'il Ruba'i Mazid الضابط التاسع▾
Bagian Pertama — Tambahan Satu Huruf (1 wazan)
tambahan ta' di depan wazan ruba'i mujarrad فَعْلَلَ — menunjukkan makna muthawa'ah
Bagian Kedua — Tambahan Dua Huruf (2 wazan)
tambahan hamzah washal dan tasydid pada huruf terakhir
tambahan hamzah washal dan nun di tengah — sangat jarang dipakai
Mujarrad dan Mazid pada Isim
Setelah membahas fi'il, kitab beralih ke pembahasan yang sama pada isim (kata benda). Konsepnya paralel: isim juga bisa murni terdiri dari huruf asli saja (mujarrad), atau mendapat tambahan huruf (mazid).
1 Isim Mujarrad الضابط الأول▾
Definisi: isim yang seluruh hurufnya adalah huruf asli, tanpa ada tambahan sama sekali.
2 Isim Mazid الضابط الثاني▾
Definisi: isim yang mendapat tambahan huruf di atas huruf-huruf aslinya.
3 Sepuluh Wazan Isim Tsulatsi Mujarrad الضابط الثالث▾
Berbeda dengan fi'il tsulatsi mujarrad yang hanya punya tiga wazan, isim tsulatsi mujarrad punya sepuluh wazan yang mungkin, karena kombinasi harakat pada huruf fa' dan 'ain-nya jauh lebih variatif (isim tidak terikat aturan i'rab fi'il):
| No | Wazan | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| 1 | فَعْلٌ | سَهْمٌ | anak panah |
| 2 | فَعَلٌ | قَمَرٌ | bulan |
| 3 | فِعْلٌ | كَتِفٌ | pundak |
| 4 | فَعُلٌ | عَضُدٌ | lengan atas |
| 5 | فِعَلٌ | حِمْلٌ | beban |
| 6 | فَعَلٌ | عِنَبٌ | anggur |
| 7 | فِعِلٌ | إِبِلٌ | unta |
| 8 | فُعْلٌ | قُفْلٌ | kunci |
| 9 | فُعَلٌ | صُرَدٌ | burung srigunting |
| 10 | فُعُلٌ | عُنُقٌ | leher |
Karena banyaknya variasi ini, wazan isim tsulatsi mujarrad umumnya bersifat sima'i (harus dihafal dari penggunaan bahasa Arab yang sudah baku), tidak bisa diprediksi murni dengan kaidah qiyasi.
4 Enam Wazan Isim Ruba'i Mujarrad الضابط الرابع▾
| No | Wazan | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| 1 | فَعْلَلٌ | جَعْفَرٌ | nama diri/anak sungai kecil |
| 2 | فِعْلِلٌ | دِعْبِلٌ | telur katak |
| 3 | فُعْلُلٌ | بُلْبُلٌ | burung bulbul |
| 4 | فِعْلَلٌ | دِرْهَمٌ | dirham (satuan uang) |
| 5 | فِعَلٌّ | قِمَطْرٌ | tempat penyimpanan buku |
| 6 | فُعْلَلٌ | طُحْلَبٌ | lumut hijau di air |
5 Empat Wazan Isim Khumasi Mujarrad الضابط الخامس▾
| No | Wazan | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| 1 | فَعَلَّلٌ | سَفَرْجَلٌ | buah quince (jamak: سَفَارِج) |
| 2 | فَعْلَلِلٌ | جَحْمَرِشٌ | perempuan tua/unta besar, kelinci besar |
| 3 | فُعَلِّلٌ | قُذَعْمِلٌ | orang yang pendek dan gemuk |
| 4 | فِعْلَلٌّ | قِرْطَعْبٌ | sesuatu yang hina/remeh |
Isim khumasi mujarrad (lima huruf asli tanpa tambahan) tergolong sangat jarang dalam bahasa Arab — kebanyakan kata lima huruf sebenarnya adalah kata tsulatsi atau ruba'i yang sudah mendapat tambahan huruf (mazid), bukan mujarrad murni.
6 Isim Mazid dengan Berbagai Jumlah Tambahan الضابط السادس▾
Isim mazid bisa mendapat tambahan satu hingga empat huruf:
yang mengampuni, dari غَفَرَ
yang diampuni
yang memohon ampun
permohonan ampun
Pola-pola isim mazid ini akan sangat sering muncul kembali di Bab 8 (Musytaqqat), karena hampir semua bentuk musytaq (isim fa'il, isim maf'ul, shighah mubalaghah, dst.) pada dasarnya adalah isim mazid yang dibentuk dari fi'il-fi'il mazid yang sudah dibahas di bab ini.
Rangkuman Bab 2
Pada Fi'il
| Kategori | Jumlah Wazan | Contoh Representatif |
|---|---|---|
| Tsulatsi mujarrad | 3 wazan (فَعَلَ / فَعِلَ / فَعُلَ) | ضَرَبَ / عَلِمَ / حَسُنَ |
| Ruba'i mujarrad | 1 wazan (فَعْلَلَ) | زَخْرَفَ |
| Tsulatsi mazid +1 huruf | 3 wazan | أَحْسَنَ / شَارَكَ / عَظَّمَ |
| Tsulatsi mazid +2 huruf | 5 wazan | انْدَفَعَ / اجْتَمَعَ / ابْيَضَّ / تَشَارَكَ / تَصَدَّقَ |
| Tsulatsi mazid +3 huruf | 4 wazan | اسْتَغْفَرَ / اعْشَوْشَبَ / اجْلَوَّذَ / احْمَارَّ |
| Ruba'i mazid +1 huruf | 1 wazan (تَفَعْلَلَ) | تَدَحْرَجَ |
| Ruba'i mazid +2 huruf | 2 wazan | اشْمَأَزَّ / احْرَنْجَمَ |
Pada Isim
| Kategori | Jumlah Wazan |
|---|---|
| Tsulatsi mujarrad | 10 wazan |
| Ruba'i mujarrad | 6 wazan |
| Khumasi mujarrad | 4 wazan |
| Mazid | bervariasi (1–4 huruf tambahan) |
Pemahaman Bab 2 ini menjadi kunci untuk memahami Bab 7 (Mashadir) dan Bab 8 (Musytaqqat), karena aturan pembentukan mashdar dan isim-isim bentukan lainnya sangat bergantung pada wazan asal fi'ilnya — apakah tsulatsi mujarrad, ruba'i mujarrad, atau salah satu dari sekian banyak wazan mazid yang sudah dijelaskan di bab ini.