'Ilmu Sharaf · Bab 5

المتعدّي واللازم

Kata Kerja Transitif dan Intransitif

Fasih Academy

Berdasarkan kitab «البداية في علم الصرف» karya Ali An-Namr

Pengantar Konsep

Bab ini membahas pembagian fi'il berdasarkan kebutuhannya terhadap maf'ul bih (objek) — apakah sebuah fi'il cukup dengan fa'il-nya saja untuk membentuk makna yang sempurna, atau ia butuh objek tambahan. Konsep ini setara dengan pembagian kata kerja transitif–intransitif dalam tata bahasa Indonesia, namun dalam bahasa Arab pembagiannya jauh lebih rinci karena ada fi'il yang butuh satu, dua, bahkan tiga objek sekaligus.

Satu Maf'ul
Dua Maf'ul (independen)
Dua Maf'ul (asal mubtada-khabar)
Tiga Maf'ul
1

Fi'il Muta'addiالضابط الأول

Definisi: fi'il yang tidak cukup hanya dengan fa'il-nya saja, dan menashabkan (membutuhkan) maf'ul bih satu atau lebih agar maknanya sempurna.

Sebagai gambaran sederhana: kalimat seperti "Ahmad memukul..." terasa belum lengkap tanpa disebutkan objeknya — memukul siapa/apa? Fi'il seperti ضَرَبَ (memukul) inilah yang disebut muta'addi, karena butuh maf'ul bih supaya kalimatnya sempurna maknanya.

2

Empat Pembagian Fi'il Muta'addiالضابط الثاني

Fi'il muta'addi ternyata tidak seragam — ada yang hanya butuh satu objek, ada yang butuh dua, bahkan ada yang butuh tiga objek sekaligus.

1 Maf'ul

Menashabkan Satu Maf'ul Bih

Ini adalah kelompok fi'il muta'addi yang paling banyak jumlahnya dalam bahasa Arab — mayoritas fi'il muta'addi termasuk kategori ini.

شَكَرَ · شَرِبَ · ضَرَبَ

Pola kalimatnya sederhana: Fa'il + Fi'il + Satu Maf'ul Bih.

شَكَرَ التِّلْمِيذُ الأُسْتَاذَ
(murid itu berterima kasih kepada gurunya) — الأُسْتَاذَ adalah satu-satunya maf'ul bih yang dibutuhkan.
2 Maf'ul · Independen

Dua Maf'ul yang Bukan Asal Mubtada-Khabar

Fi'ilnya membutuhkan DUA objek sekaligus, tapi kedua objek ini tidak berasal dari struktur mubtada-khabar (subjek-predikat) — kedua maf'ul itu independen satu sama lain, bukan pasangan yang saling menerangkan.

أَعْطَى · سَأَلَ · مَنَعَ · مَنَحَ · أَلْبَسَ · كَسَا
أَعْطَى المُعَلِّمُ الطَّالِبَ كِتَابًا
(guru memberi murid sebuah buku) — الطَّالِبَ dan كِتَابًا adalah dua maf'ul bih, tapi keduanya tidak membentuk struktur "murid adalah buku" — berdiri sendiri-sendiri sebagai penerima dan barang yang diberikan.
2 Maf'ul · Bab ظَنَّ

Dua Maf'ul yang Asalnya Mubtada-Khabar

Berbeda dari kelompok kedua: di sini, dua maf'ul yang dinashabkan fi'ilnya SEBENARNYA berasal dari struktur mubtada-khabar yang "diubah" menjadi maf'ul pertama dan maf'ul kedua. Ini adalah bab yang sangat terkenal dalam ilmu Nahwu, disebut bab ظَنَّ wa akhawatuha (ظَنَّ dan saudara-saudaranya).

ظَنَّ · رَأَى · عَلِمَ · وَجَدَ · تَعَلَّمَ · حَسِبَ · جَعَلَ · زَعَمَ · خَالَ
ظَنَنْتُ زَيْدًا قَائِمًا
(aku menyangka Zaid sedang berdiri) — asalnya struktur mubtada-khabar "زَيْدٌ قَائِمٌ" (Zaid sedang berdiri); setelah masuk ظَنَّ, Zaid jadi maf'ul pertama dan qa'iman jadi maf'ul kedua, keduanya tetap punya hubungan subjek-predikat (Zaid = yang berdiri).
Fi'il تَعَلَّمَ pada kelompok ini dipakai dalam makna khusus "mengetahui", bukan makna umumnya "belajar".
3 Maf'ul

Menashabkan Tiga Maf'ul

Kelompok yang paling sedikit jumlahnya namun paling kompleks strukturnya — fi'ilnya butuh TIGA objek sekaligus. Hampir semua fi'il dalam kelompok ini bermakna "memberi tahu/mengabarkan sesuatu kepada seseorang".

أَرَى · أَعْلَمَ · أَنْبَأَ · نَبَّأَ · أَخْبَرَ · خَبَّرَ · حَدَّثَ

Pola dasarnya biasanya berasal dari fi'il kelompok 3 (ظَنَّ dan saudaranya, yang sudah dua maf'ul) yang kemudian ditambah hamzah atau tasydid sehingga menashabkan satu objek tambahan lagi, menjadikannya tiga maf'ul total.

3

Fi'il Lazimالضابط الثالث

Definisi: fi'il yang cukup hanya dengan fa'il-nya saja, dan tidak membutuhkan maf'ul bih — kebalikan dari fi'il muta'addi.

Contoh sederhana untuk ilustrasi konsep: جَلَسَ زَيْدٌ (Zaid duduk) — kalimat ini sudah sempurna maknanya hanya dengan fa'il (زَيْدٌ) saja, tidak butuh objek tambahan apa pun.

4

Lima Cara Fi'il Lazim Menjadi Muta'addiالضابط الرابع

Ini bagian yang sangat penting secara praktis: bahasa Arab punya mekanisme untuk "mengubah" fi'il lazim menjadi muta'addi (menashabkan maf'ul bih), melalui lima cara berikut.

1 أَفْعَلَ حَسُنَ→أَحْسَنَ

Menambahkan hamzah di depan fi'il lazim (wazan أَفْعَلَ, Bab 2). حَسُنَ ("menjadi baik") → أَحْسَنَ ("membuat baik/berbuat baik kepada").

2 فَعَّلَ عَظُمَ→عَظَّمَ

Menambahkan tasydid pada 'ain fi'il (wazan فَعَّلَ, Bab 2). عَظُمَ ("menjadi besar/agung") → عَظَّمَ ("mengagungkan [sesuatu]").

3 فَاعَلَ شَرِكَ→شَارَكَ

Menambahkan alif setelah huruf pertama (wazan فَاعَلَ, Bab 2), biasanya makna melibatkan pihak lain (musyarakah). شَرِكَ → شَارَكَ ("menyertai/berserikat dengan [seseorang]").

4 اسْتَفْعَلَ غَفَرَ→اسْتَغْفَرَ

Menambahkan hamzah washal, sin, dan ta' (wazan اسْتَفْعَلَ, Bab 2), biasanya makna "meminta/menganggap". غَفَرَ → اسْتَغْفَرَ (memohon ampun [kepada Allah] — objeknya adalah ampunan/dosa yang dimohonkan).

5 Huruf Jar ذَهَبَ بِهِ

Berbeda dari empat cara sebelumnya — wazan fi'il tidak diubah sama sekali, melainkan "dibantu" oleh huruf jar (kata depan) untuk mencapai objeknya secara tidak langsung. ذَهَبَ (pergi, lazim) menjadi muta'addi jika disertai huruf jar: ذَهَبَ بِهِ (pergi membawanya).

Catatan penting mengenai keterkaitan dengan Bab 2: empat cara pertama (nomor 1–4) pada dasarnya adalah penerapan langsung dari wazan-wazan tsulatsi mazid yang sudah dijelaskan di Bab 2 — menunjukkan bahwa salah satu fungsi utama menambahkan huruf pada fi'il tsulatsi mujarrad adalah untuk mengubah sifat lazim-nya menjadi muta'addi. Ini adalah salah satu titik temu paling penting antara Bab 2 dan Bab 5: penambahan huruf (mazid) bukan sekadar mengubah bentuk kata, tapi seringkali mengubah fungsi gramatikalnya dari lazim menjadi muta'addi.
Penutup

Rangkuman Bab 5

Fi'il Muta'addi — Empat Kelompok

NoJumlah Maf'ulCiri KhususContoh Fi'il
1Satu maf'ulKelompok terbanyakشَكَرَ، شَرِبَ، ضَرَبَ
2Dua maf'ulBukan dari mubtada-khabar (independen)أَعْطَى، سَأَلَ، مَنَعَ، مَنَحَ، أَلْبَسَ، كَسَا
3Dua maf'ulAsalnya mubtada-khabar (bab ظَنَّ)ظَنَّ، رَأَى، عَلِمَ، وَجَدَ، حَسِبَ، جَعَلَ، زَعَمَ، خَالَ
4Tiga maf'ulUmumnya makna "mengabarkan"أَرَى، أَعْلَمَ، أَنْبَأَ، أَخْبَرَ، حَدَّثَ

Fi'il Lazim — Lima Cara Menjadi Muta'addi

NoMekanismeContoh Konsep
1Wazan أَفْعَلَحَسُنَ → أَحْسَنَ
2Wazan فَعَّلَعَظُمَ → عَظَّمَ
3Wazan فَاعَلَشَرِكَ → شَارَكَ
4Wazan اسْتَفْعَلَغَفَرَ → اسْتَغْفَرَ
5Dibantu huruf jarذَهَبَ بِهِ

Bab 5 ini terhubung erat dengan Bab 2 (Mujarrad–Mazid) — empat dari lima mekanisme mengubah fi'il lazim menjadi muta'addi ternyata memakai wazan-wazan yang sama persis dengan yang sudah dijelaskan di Bab 2. Pemahaman ini juga menjadi bekal penting untuk Bab 8 (Musytaqqat), khususnya pada bagian isim maf'ul yang hanya bisa dibentuk dari fi'il muta'addi (karena isim maf'ul butuh "sesuatu yang dikenai perbuatan", yang hanya ada jika fi'ilnya punya maf'ul bih).