'Ilmu Sharaf · Bab 6

المبني للمعلوم والمبني للمجهول

Bentuk Aktif dan Pasif

Fasih Academy

Berdasarkan kitab «البداية في علم الصرف» karya Ali An-Namr

Pengantar Konsep

Bab ini membahas pembagian fi'il berdasarkan apakah fa'il-nya (pelaku) disebutkan atau tidak dalam kalimat — setara dengan konsep kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia. Bedanya, dalam bahasa Arab perubahan dari aktif ke pasif ini melibatkan perubahan bentuk internal fi'il itu sendiri (harakat, bahkan penggantian huruf), bukan sekadar menambah kata bantu seperti "di-" dalam bahasa Indonesia. Bab ini menjadi sangat teknis karena harus mempertimbangkan jenis-jenis fi'il yang sudah dibahas di Bab 4 (shahih, mu'tal, mahmuz, mudha''af).

1

Fi'il Mabni Ma'lumالضابط الأول

Definisi: fi'il yang fa'il-nya disebutkan secara eksplisit dalam kalimat, atau ditaqdirkan (diperkirakan/tersirat maknanya meski tidak disebut kata per kata). Inilah bentuk "aktif" — pelaku pekerjaan jelas diketahui, baik disebutkan langsung maupun tersirat dari konteks.

2

Fi'il Mabni Majhulالضابط الثاني

Istilah lain: disebut juga مَا لَمْ يُسَمَّ فَاعِلُهُ (apa yang tidak disebutkan fa'ilnya) — istilah klasik yang sering dipakai ulama Nahwu-Sharaf sebelum istilah "majhul" menjadi lebih populer.

Definisi: fi'il yang fa'il-nya dibuang (tidak disebutkan), dan digantikan oleh naib fa'il (pengganti fa'il) — yaitu maf'ul bih yang "dipromosikan" mengambil posisi gramatikal fa'il karena fa'il aslinya sudah tidak disebut.

كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ
Murid menulis pelajaran — aktif, fa'il الطَّالِبُ disebutkan.
كُتِبَ الدَّرْسُ
Pelajaran ditulis — pasif, fa'il dibuang; الدَّرْسَ yang tadinya maf'ul bih kini jadi naib fa'il dengan harakat rafa'.
3

Perubahan-Perubahan pada Pembentukan Fi'il Majhulالضابط الثالث

Ini adalah dhabith paling panjang dan teknis di bab ini, membahas cara membangun fi'il madhi dan mudhari' menjadi bentuk majhul, dengan berbagai perubahan tergantung jenis fi'ilnya.

PERTAMA

Fi'il Madhi

1

Tsulatsi shahih 'ain, tanpa tadh'if

Aturan dasar (kasus paling sederhana): huruf pertama wajib didhammahkan, dan huruf sebelum akhir wajib dikasrahkan.

ضَرَبَ→ضُرِبَ

(memukul → dipukul) — fathah pada ض berubah jadi dhammah, fathah pada ر (sebelum akhir) berubah jadi kasrah. Ini "rumus dasar" yang berlaku untuk semua fi'il tsulatsi madhi yang shahih 'ain-nya dan tidak mudha''af.

2

Tsulatsi mu'tal 'ain (ajwaf) — boleh tiga cara

Karena huruf 'ain-nya adalah huruf 'illat, aturan dasar tidak bisa langsung diterapkan. Ketiga cara berikut sama-sama sah, tergantung dialek/kebiasaan pengucapan:

kasr fa' + 'illat→ya'صِيمَ
dhamm fa' + 'illat→wawuصُومَ
isymamصُوِمَ

Asal kata: صَامَ (berpuasa). Isymam adalah melafalkan huruf fa' kalimah di antara dhammah dan kasrah (bunyi campuran, tidak murni keduanya).

3

Tsulatsi mudha''af ('ain dan lam sejenis) — boleh tiga cara

Sama seperti ajwaf, fi'il mudha''af juga punya tiga cara yang diperbolehkan pada huruf fa'-nya:

dhamm fa'رُدَّ
kasr fa'رِدَّ
isymamرُدَّ

Asal kata: رَدَّ (mengembalikan). Karena 'ain dan lam sudah digabung jadi satu huruf bertasydid (idgham), perubahan majhul-nya hanya terjadi pada huruf fa' saja — berbeda dari fi'il salim biasa yang perubahannya ada di dua tempat.

4

Fi'il berwazan فَاعَلَ

Alif pada wazan فَاعَلَ (Bab 2) berubah menjadi wawu, disertai dhammah pada huruf sebelumnya.

قَاتَلَ→قُوتِلَ

(memerangi → diperangi) — alif setelah ق berubah jadi wawu, dan ق sendiri didhammahkan mengikuti aturan dasar majhul.

5

Fi'il yang dimulai hamzah washal

Huruf ketiga didhammahkan, bersamaan dengan huruf pertamanya (bukan huruf sebelum akhir seperti fi'il tsulatsi biasa).

انْتَصَرَ→أُنْتُصِرَ
اسْتَخْدَمَ→اسْتُخْدِمَ

(menang → dimenangkan; mempekerjakan → dipekerjakan). Pada اسْتَخْدَمَ: huruf pertama (hamzah washal) tetap tapi dibaca dhammah saat washal, huruf ketiga (ت) didhammahkan, dan huruf sebelum akhir (د) dikasrahkan — ada dua tempat perubahan: huruf ketiga dan huruf sebelum akhir.

6

Fi'il yang dimulai ta' tambahan

Huruf kedua didhammahkan, bersamaan dengan huruf pertamanya.

تَعَلَّمَ→تُعُلِّمَ

(belajar → diajarkan/dipelajarkan) — huruf pertama (ت) didhammahkan, dan huruf kedua ('ain fi'il, ع) juga didhammahkan — pola yang agak berbeda dari fi'il berhamzah washal di atas.

KEDUA

Fi'il Mudhari'

Aturannya lebih sederhana dan seragam dibanding madhi: huruf pertama didhammahkan, dan huruf sebelum akhir difathahkan.

Aturan Dasar

يَشْكُرُ→يُشْكَرُ

(dia berterima kasih → dia diterima kasih/disyukuri)

Kasus Khusus: Ya'/Wawu Sebelum Akhir

Jika huruf sebelum akhir pada mudhari' berupa ya' atau wawu (fi'il mu'tal lam atau ajwaf tertentu), kedua huruf tersebut berubah menjadi alif.

يَبِيعُ→يُبَاعُ

(dia menjual → dia dijual) — ي sebelum akhir berubah jadi ا

يَصُومُ→يُصَامُ

(dia berpuasa → dipuasakan, dalam konteks tertentu) — و sebelum akhir berubah jadi ا

Penutup

Rangkuman Bab 6

Konsep Dasar

IstilahDefinisi
Mabni Ma'lumFa'il disebutkan/tersirat
Mabni MajhulFa'il dibuang, diganti naib fa'il

Perubahan Fi'il Madhi Menjadi Majhul

NoJenis Fi'ilAturanContoh
1Tsulatsi shahih 'ain, tanpa tadh'ifHuruf 1 dhammah, huruf sebelum akhir kasrahضَرَبَ → ضُرِبَ
2Tsulatsi mu'tal 'ain (ajwaf)3 cara: kasr+ya' / dhamm+wawu / isymamصَامَ → صِيمَ / صُومَ / صُوِمَ
3Tsulatsi mudha''af3 cara: dhamm / kasr / isymam pada fa'رَدَّ → رُدَّ / رِدَّ
4Wazan فَاعَلَAlif → wawu, huruf sebelumnya dhammahقَاتَلَ → قُوتِلَ
5Diawali hamzah washalHuruf ke-3 dhammah + huruf 1 dhammah (washal)انْتَصَرَ → أُنْتُصِرَ
6Diawali ta' tambahanHuruf ke-2 dhammah + huruf 1 dhammahتَعَلَّمَ → تُعُلِّمَ

Perubahan Fi'il Mudhari' Menjadi Majhul

Aturan DasarKasus Khusus (mu'tal)
Huruf 1 dhammah, huruf sebelum akhir fathahYa'/wawu sebelum akhir → alif
يَشْكُرُ → يُشْكَرُيَبِيعُ → يُبَاعُ، يَصُومُ → يُصَامُ

Bab 6 ini sangat bergantung pada klasifikasi fi'il di Bab 4 (shahih, mu'tal ajwaf, mudha''af) dan pemahaman wazan-wazan mazid di Bab 2 (terutama فَاعَلَ, fi'il berhamzah washal, dan fi'il berta' tambahan) — karena setiap jenis fi'il punya pola perubahan majhul yang berbeda-beda. Pemahaman bab ini juga menjadi dasar penting untuk Bab 8, khususnya bagian isim maf'ul, yang pembentukannya diambil langsung dari bina fi'il mabni majhul.