'Ilmu Sharaf · Bab 7

المصادر

Mashadir — Kata Kerja yang Dijadikan Kata Benda

Fasih Academy

Berdasarkan kitab «البداية في علم الصرف» karya Ali An-Namr

Pengantar Konsep

Mashdar adalah bentuk kata benda yang menunjukkan kejadian/peristiwa tanpa terikat waktu tertentu — berbeda dengan fi'il yang selalu terikat waktu (madhi/mudhari'/amr). Misalnya كِتَابَة (penulisan) hanya menunjukkan "aktivitas menulis" secara umum, tanpa menyebut kapan aktivitas itu terjadi. Bab ini adalah salah satu bab terpanjang dalam kitab karena membahas lima jenis mashdar sekaligus: mashdar ashli, mashdar mimi, mashdar shina'i, isim marrah, dan isim hai'ah. Bab ini juga sangat bergantung pada pemahaman Bab 2 (wazan-wazan fi'il mujarrad dan mazid).

(1)

Mashdar Ashli

1 Pengertian الضابط الأول▾

Mashdar yang menunjukkan kejadian yang murni (semata-mata peristiwa/aktivitas) tanpa terikat pada waktu tertentu.

2 Mashdar Fi'il Tsulatsi الضابط الثاني▾

Bagian ini paling kompleks karena mashdar tsulatsi bersifat sima'i (harus dihafal, tidak sepenuhnya bisa diprediksi dengan kaidah) — namun kitab memberikan delapan pola kecenderungan umum berdasarkan makna fi'ilnya:

1فِعَالَةصِيَاغَة، كِتَابَة

Menunjukkan pekerjaan/profesi — mis. صِيَاغَة (mengukir perhiasan), كِتَابَة (tulis-menulis sebagai keahlian)

2فَعَلانغَلَيَان، جَوَلَان

Menunjukkan gerakan tak menentu (idhtirab) — mis. غَلَيَان (mendidih), جَوَلَان (berputar-putar)

3فُعْلَةحُمْرَة، صُفْرَة

Menunjukkan warna — kemerahan, kekuningan

4فَعِيلرَحِيل، دَبِيب

Menunjukkan cara berjalan — perjalanan, merayap

5فُعَال / فَعَلدُوَار، مَرَض

Menunjukkan penyakit — pusing (فُعَال), sakit (فَعَل)

6فَعِيل / فُعَالصَهِيل، بُكَاء، نَهِيق

Menunjukkan suara — ringkikan kuda, tangisan, ringkikan keledai

7فِعَالإِبَاء، شِرَاد

Menunjukkan penolakan/keengganan — penolakan, melarikan diri

8. Jika tidak termasuk ketujuh makna di atas — pola umum berdasarkan wazan fi'ilnya

Ini adalah kaidah "cadangan" untuk fi'il-fi'il tsulatsi yang maknanya tidak masuk kategori khusus 1–7 di atas:

a. Pada wazan فَعُلَ

Mashdarnya berwazan فُعُولَة atau فَعَالَة. Contoh: كُهُولَة (usia paruh baya, dari كَهُلَ), فَصَاحَة (kefasihan, dari فَصُحَ).

b. Pada fi'il lazim berwazan فَعِلَ

Mashdarnya berwazan فَعَل. Contoh: فَرَح (kegembiraan, dari فَرِحَ), وَجَع (rasa sakit, dari وَجِعَ).

c. Pada fi'il lazim berwazan فَعَلَ

Mashdarnya berwazan فُعُول. Contoh: قُعُود (duduk, dari قَعَدَ), جُلُوس (duduk, dari جَلَسَ).

d. Pada fi'il muta'addi dari فَعِلَ dan فَعَلَ

Mashdarnya berwazan فَعْل. Contoh: فَهْم (pemahaman, dari فَهِمَ), فَتْح (pembukaan, dari فَتَحَ).

Titik temu dengan Bab 5: wazan فَعِلَ dan فَعَلَ ternyata punya pola mashdar yang berbeda tergantung apakah fi'ilnya lazim atau muta'addi — kalau lazim, mashdarnya فَعَل (poin b) atau فُعُول (poin c); kalau muta'addi, mashdarnya فَعْل (poin d).
3 Mashadir Fi'il Ruba'i الضابط الثالث▾

Berbeda dari tsulatsi yang sima'i, mashdar fi'il ruba'i (baik mujarrad maupun mazid) jauh lebih qiyasi (bisa diprediksi dengan kaidah pasti):

أَفْعَلَ → إِفْعَال
أَحْسَنَ→إِحْسَان

Empat variasi tergantung jenis huruf fa'-'ain-lam:

Fa' wawu → wawu jadi ya': أَوْجَدَ ← إِيجَاد

Lam huruf 'illat → alif jadi hamzah: أَعْطَى ← إِعْطَاء

'Ain alif (ajwaf) → alif dibuang, +ta' (wazan إِفَالَة): أَعَادَ ← إِعَادَة

فَعَّلَ → تَفْعِيل
عَلَّمَ→تَعْلِيم

Lam mu'tal → ya' dihapus, +ta' marbuthah (wazan تَفْعِلَة): زَكَّى ← تَزْكِيَة

Lam hamzah → boleh dua wazan: خَطَّأَ ← تَخْطِئَة atau تَخْطِيء

فَاعَلَ → فِعَال / مُفَاعَلَة
جَادَلَ→جِدَالatauمُجَادَلَة

Dua-duanya sama-sama sah dan sering dipakai.

فَعْلَلَ (ruba'i mujarrad) → فَعْلَلَة
دَحْرَجَ→دَحْرَجَة

Contoh lain: بَهْرَجَ ← بَهْرَجَة, بَعْثَرَ ← بَعْثَرَة

Variasi untuk fi'il mudha''af ruba'i (Bab 4): boleh dua wazan.

wazan alt.زِلْزَال
wazan asliزَلْزَلَة

Asal: زَلْزَلَ

4 Mashadir Fi'il Khumasi الضابط الرابع▾

Fi'il khumasi (lima huruf, hasil tambahan pada tsulatsi) juga qiyasi, dengan empat pola sesuai wazan asalnya (merujuk pada wazan-wazan tsulatsi mazid +2 huruf dari Bab 2):

1تَفَعَّلَ → تَفَعُّلتَعَلَّمَ → تَعَلُّم
2انْفَعَلَ → انْفِعَالانْشَرَحَ → انْشِرَاح
3افْتَعَلَ → افْتِعَالاعْتَمَدَ → اعْتِمَاد
4تَفَعْلَلَ → تَفَعْلُلتَدَحْرَجَ → تَدَحْرُج
5 Mashadir Fi'il Sudasi الضابط الخامس▾

Fi'il sudasi (enam huruf, tambahan tiga huruf pada tsulatsi — merujuk wazan اسْتَفْعَلَ dan sejenisnya dari Bab 2):

1 · 'Ain bukan 'illat
اسْتَغْفَرَ→اسْتِغْفَار
2 · 'Ain 'illat (ajwaf)

Harakat 'ain dipindah ke huruf sukun sebelumnya, kemudian 'ain dibuang dan digantikan ta' ta'nits sebagai kompensasi di akhir mashdar.

اسْتَقَامَ→اسْتِقَامَة
3 · Lam berupa alif

Alifnya berubah menjadi hamzah pada mashdar.

اسْتَدْعَى→اسْتِدْعَاء
(2)

Mashdar Mimi

1 Pengertian الضابط الأول▾

Mashdar yang diawali huruf mim tambahan (bukan mim asli dari akar kata, dan bukan pula mim untuk makna mufa'alah/kebersamaan), untuk menunjukkan kejadian murni tanpa terikat waktu — fungsinya sama seperti mashdar ashli, hanya bentuknya berbeda (pakai awalan mim).

2 Cara Pembentukan الضابط الثاني▾
1 · Dari tsulatsi → مَفْعَل
طَلَعَ→مَطْلَع

Kasus khusus: mitsal wawi + lam shahih pada mudhari' → wazan مَفْعِل: وَقَفَ ← مَوْقِف (bukan مَوْقَف)

Fi'il mudha''af: 'ain boleh fathah atau kasrah — dua-duanya sah:

fathahمَشَدّ
kasrahمَشِدّ

Asal: شَدَّ

2 · Selain tsulatsi → ikut wazan mudhari'

Ambil bentuk mudhari' fi'il tersebut, ganti huruf mudhara'ah (huruf awal yang menunjukkan subjek, seperti ي pada يَفْعَل) menjadi mim berharakat dhammah, dan huruf sebelum akhirnya dikasrahkan.

انْتَصَرَ (يَنْتَصِرُ)→مُنْتَصَر
3 · Terkadang ditambahkan ta' di akhir

Sebagian mashdar mimi mendapat tambahan ta' marbuthah di akhirnya, tanpa mengubah makna dasarnya.

مَنْفَعَة

manfaat

مَسَرَّة

kegembiraan/kesenangan

(3)

Mashdar Shina'i

1 Pengertian الضابط الأول▾

Isim buatan (mashnu') dari isim lain, dengan cara menambahkan ya' bertasydid diikuti ta' marbuthah di akhirnya, untuk menunjukkan suatu sifat/karakteristik abstrak yang melekat pada makna isim aslinya.

Ini adalah pola yang sangat produktif dalam bahasa Arab modern — banyak istilah ilmiah dan konsep abstrak kontemporer dibentuk dengan pola ini.

2 Cara Pembentukan — Bisa Dari Tujuh Sumber الضابط الثاني▾
1
Dari isim ma'na
رَجْع→رَجْعِيَّة
kembali → kemunduran/sifat reaksioner
2
Dari isim dzat
إِنْسَان→إِنْسَانِيَّة
manusia → kemanusiaan
3
Dari isim mabni
كَيْف→كَيْفِيَّة
bagaimana → cara/kualitas
4
Dari isim musytaq
شَاعِر→شَاعِرِيَّة
penyair → jiwa kepenyairan/bakat sastra
5
Dari ungkapan/frasa (murakkab)
رَأْس المَال→رَأْسِمَالِيَّة
modal/harta pokok → kapitalisme — dua kata digabung dulu, baru ditambah akhiran shina'i
6
Dari bentuk jamak
مَلَائِكَة→مَلَائِكِيَّة
para malaikat (jamak dari مَلَك) → sifat kemalaikatan
7
Dari isim asing (a'jamiy)
دِيمَقْرَاطِيَّة
kata serapan asing (demokrasi) pun bisa dibentuk dengan pola ini untuk istilah baru
Ketujuh sumber ini menunjukkan betapa fleksibelnya mashdar shina'i — ia bisa dibentuk dari hampir semua jenis kata, bahkan frasa dan kata serapan asing, menjadikannya alat pembentukan istilah paling produktif dalam bahasa Arab modern (mis. untuk istilah politik, filsafat, dan ilmu pengetahuan).
(4)

Isim Marrah

1 Pengertian الضابط الأول▾

Mashdar yang menunjukkan terjadinya suatu kejadian satu kali saja (bukan berulang-ulang) — fungsinya mirip dengan menambahkan kata "sekali" pada kata kerja dalam bahasa Indonesia.

2 Cara Pembentukan الضابط الثاني▾
1 · Dari tsulatsi → فَعْلَة
ضَرْبَة

satu kali pukulan

نَظْرَة

satu kali pandangan/lirikan

2 · Selain tsulatsi → mashdar asli + ta'
انْطِلَاق→انْطِلَاقَة

(mashdar asli انْطِلَاق, ditambah ta' di akhir untuk makna "satu kali keberangkatan")

3 · Jika mashdar asli sudah berakhiran ta'

Tidak bisa lagi ditambah ta', sehingga dipakai kata sifat tambahan مَرَّةً وَاحِدَةً (satu kali) untuk makna yang sama.

دَعَوْتُهُ دَعْوَةً وَاحِدَةً (aku mengundangnya satu kali undangan)

(5)

Isim Hai'ah

1 Pengertian الضابط الأول▾

Mashdar yang menunjukkan bentuk/keadaan/cara suatu perbuatan terjadi — bukan berapa kali terjadinya (seperti isim marrah), melainkan bagaimana perbuatan itu dilakukan.

2 Cara Pembentukan الضابط الثاني▾
1 · Dari tsulatsi → فِعْلَة
قِتْلَة

cara membunuh/bentuk pembunuhan tertentu

Kasus khusus: jika mashdar aslinya kebetulan sudah berwazan فِعْلَة (sama dengan wazan isim hai'ah), wajib ditambahkan qarinah (petunjuk konteks) berupa sifat atau idhafah supaya jelas maknanya "cara/bentuk", bukan mashdar biasa. Contoh: خَدَمْتُ أُمِّي خِدْمَةً حَسَنَةً (dengan sifat penjelas), atau خِدْمَةَ المُخْلِصِ (dengan idhafah).
2 · Selain tsulatsi → mashdar asli + sifat/idhafah

Karena wazan mashdar dari fi'il selain tsulatsi umumnya sudah unik (tidak akan bertabrakan dengan pola lain), boleh langsung ditambahkan sifat atau idhafah penjelas.

الْتَفَتَ الطَّائِرُ الْتِفَاتًا مَذْعُورًا (burung itu menoleh dengan tolehan yang ketakutan) — dengan sifat

الْتِفَاتَ المَذْعُورِ (tolehan orang yang ketakutan) — dengan idhafah

Boleh juga ditambahkan ta' pada mashdar jika belum berakhiran ta', sebagaimana pola isim marrah.

Penutup

Rangkuman Bab 7

Jenis MashdarFungsiCiri Pembentukan Utama
Mashdar AshliKejadian murni tanpa waktuTsulatsi: sima'i (8 pola makna + pola umum); Ruba'i & sudasi: qiyasi mengikuti wazan
Mashdar MimiSama seperti ashli, berawalan mimمَفْعَل (tsulatsi) atau mim+wazan mudhari' (selain tsulatsi)
Mashdar Shina'iMenunjukkan sifat/karakteristikYa' bertasydid + ta' marbuthah, dari 7 sumber berbeda
Isim MarrahTerjadi satu kaliفَعْلَة (tsulatsi) atau mashdar asli + ta'
Isim Hai'ahBentuk/cara terjadinyaفِعْلَة (tsulatsi) atau mashdar asli + sifat/idhafah

Bab 7 adalah bab yang paling banyak merujuk kembali ke Bab 2 (wazan-wazan fi'il) dan Bab 5 (muta'addi-lazim), karena hampir seluruh aturan mashdar bergantung pada wazan asal fi'ilnya. Pemahaman bab ini juga menjadi persiapan penting untuk Bab 8 (Musytaqqat), karena beberapa bentuk isim tafdhil membutuhkan mashdar sharih (mashdar ashli) sebagai tamyiz.