Fasih Academy
الْبَابُ الْأَوَّلُ: الْكَلَامُ

Al-Kalam

Bab 1 · Fasal 1 – 5 (Lengkap)
Bab ini terdiri dari lima pasal: (1) Definisi Kalam, (2) Jenis-Jenis Kalimah, (3) Jenis-Jenis Fi'il, (4) Tanda-Tanda Isim, Fi'il, dan Huruf, (5) Nakirah dan Ma'rifah. Seluruh pasal sudah tercakup lengkap di bawah ini.

1Definisi Kalam

Masalah Pertama: Apakah Kalam Menurut Ahli Nahwu?

Kalam adalah: susunan dari dua kata atau lebih, yang memberikan faedah yang membuat baik untuk berhenti (diam) atasnya.
  • Contoh 1: Zaidun mujtahidun — Zaid adalah orang yang bersungguh-sungguh.
  • Contoh 2: Ja'a 'Amrun — Amr telah datang.
  • Contoh 3: Sha'ida al-khathibu 'ala al-minbari — Khatib telah naik ke atas mimbar.

Penjelasan: Apabila diperhatikan tiap bagian dari tiga contoh ini secara terpisah ("Zaid", "mujtahid", "ja'a", "'Amr", dst.), tidak ada faedah yang membuat baik untuk berhenti atasnya — masing-masing hanya disebut kalimah (kata). Namun bila diperhatikan tiap contoh secara utuh, ia memberikan faedah yang sempurna sehingga disebut kalam menurut ahli nahwu.

Faedah

Kalam terkadang tersusun dari dua kata, salah satunya tampak (zhahirah), dan yang lain tersembunyi (mustatirah).

Contoh: Iqra' (Bacalah!) — ini bukan satu kata, melainkan dua kata: yang tampak "iqra'", dan yang tersembunyi "anta" (kamu).

Masalah Kedua: Apakah Satu Kata (Kalimah Tunggal) Disebut Kalam?

Satu kata (kalimah tunggal) tidak disebut kalam menurut ahli nahwu, karena ia tidak memberikan faedah yang membuat baik untuk berhenti atasnya.

  • Contoh 1: Ja'a — Telah datang.
  • Contoh 2: Zaid.
  • Contoh 3: Syajarah — Pohon.

Kecuali apabila kalam itu diperkirakan (ada bagian yang tersimpan / muqaddar):

  • Ditanya: "Apa yang telah dilakukan Zaid?" Dijawab: "Ja'a." Perkiraannya: "Ja'a Zaid" — ini disebut kalam.
  • Ditanya: "Siapa yang lulus?" Dijawab: "Zaid." Perkiraannya: "Zaid najaha" — ini disebut kalam.
  • Ditanya: "Apa yang engkau tanam?" Dijawab: "Syajarah." Perkiraannya: "Zara'tu syajaratan" — ini disebut kalam.
AspekPenjelasan
DefinisiSusunan dari dua kata atau lebih, yang memberikan faedah yang membuat baik untuk berhenti (diam) atasnya.
Contoh 1Zaidun katibun — Zaid adalah seorang penulis.
Contoh 2Jalasa 'Amrun — Amr telah duduk.
Contoh 3Inna as-sama'a mumthiratun — Sesungguhnya langit sedang menurunkan hujan.
Kalam Bukan NahwiKalam Nahwi
In ja'a — Jika datang...Jalasa al-amiru — Sang amir telah duduk.
Ra'aitu — Aku telah melihat...Ra'aitu asadan — Aku telah melihat seekor singa.
Fa'ala — Telah melakukan...Sha'ida al-khathibu 'ala al-minbari — Khatib naik ke atas mimbar.
Kana al-jawwu — Cuacanya adalah...Al-muslimuna mujtahiduna — Kaum muslimin adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh.

✎Tadribat — Pasal 1

Latihan Pertama — Benar / Salah

Latihan Kedua — Esai

Latihan Ketiga — Buatlah Kalam

Buatlah setiap kata berikut ke dalam sebuah kalam yang baik untuk berhenti atasnya: asy-syajarah (pohon), al-asad (singa), al-laban (susu), al-Qur'an, al-kitab (buku), an-nahwu, al-jannah (surga), ash-shalah (shalat), al-'ilm (ilmu), al-mauz (pisang), ath-tha'am (makanan), al-qalam (pena), at-tilmidz (murid), al-ustadz (guru), al-masjid, al-lail (malam), al-mal (harta).

Latihan ini bersifat kreatif (jawaban bervariasi) — susunlah setiap kata menjadi kalimat sempurna, misalnya: "Asy-syajaratu jamilatun" (Pohon itu indah).

Latihan Keempat — Buatlah Kalam yang Tidak Sempurna

Buatlah setiap kata berikut ke dalam sebuah kalam yang tidak baik untuk berhenti atasnya (belum sempurna faedahnya): ath-thalib (murid/pelajar), al-fiqh, al-ardh (bumi), al-waraqah (kertas), as-sama' (langit), al-'ushfurah (burung pipit), ath-thariq (jalan).

Contoh pola: gabungkan kata dengan huruf jarr tanpa pelengkap, misalnya "Fi ath-thariqi..." (Di jalan...) — belum memberi faedah sempurna.

2Jenis-Jenis Kalimah (Kata)

Masalah Pertama: Apa Sajakah Jenis-Jenis Kalimah?

Jenis-jenis kalimah ada tiga, yaitu:

  1. Isim (kata benda)
  2. Fi'il (kata kerja)
  3. Huruf

Masalah Kedua: Apakah Isim Itu?

Isim adalah: setiap kata yang menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri, dan tidak terikat dengan waktu.

Contoh: Muhammad, Asad (singa), Ardh (tanah/bumi), Bait (rumah), Mal (harta), Syajarah (pohon), Al-Hamd (segala puji).

Semua kata ini menunjukkan makna pada dirinya sendiri, dan tidak dimasuki unsur waktu; karena itu disebut isim. Adapun waktu bisa berupa madhi (lampau), mudhari' (sekarang/akan datang), atau amr (perintah).

Faedah

Setiap kata yang menunjukkan manusia, hewan, tumbuhan, atau benda mati, maka ia adalah isim.

Masalah Ketiga: Apakah Fi'il Itu?

Fi'il adalah: setiap kata yang menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri, dan terikat dengan waktu.

Contoh: hafizha (telah menjaga), jalasa (telah duduk), yahfazhu (sedang/akan menjaga), yajlisu (sedang/akan duduk), ihfazh (jagalah!), ijlis (duduklah!).

Kata "hafizha" menunjukkan makna al-hifzh dan terikat waktu madhi (lampau). Kata "yahfazhu" terikat waktu hal (sekarang). Kata "ihfazh" terikat waktu mustaqbal (akan datang).

Masalah Keempat: Apakah Huruf Itu?

Huruf adalah: setiap kata yang menunjukkan suatu makna pada selain dirinya.

Contoh: fi, min, 'ala, lakin, ila, bala, hatta, 'an, sawfa, laita, la'alla.

Semua kata ini tidak menunjukkan makna pada dirinya sendiri kecuali apabila diikatkan dengan kata lain.

  • Nazhartu fi al-mushaf — Aku melihat di dalam mushaf. ("fi" = zharfiyyah, keberadaan di dalam)
  • Jalastu 'ala al-kursi — Aku duduk di atas kursi. ("'ala" = fauqiyyah, keberadaan di atas)
  • Safartu ila Makkah — Aku bepergian ke Makkah. ("ila" = intiha', batas akhir/tujuan)

Apabila diperhatikan tiap huruf secara tersendiri tanpa konteks kalimat, tidak diperoleh faedah apa pun.

AspekIsimFi'ilHuruf
Definisi Menunjukkan makna pada dirinya sendiri, tidak terikat waktu. Menunjukkan makna pada dirinya sendiri, terikat dengan waktu. Menunjukkan makna pada selain dirinya.
Contoh Zaid, syajarah, ha'ith, hishan, kitab, sayyarah jalasa, qama, yajlisu, yaqumu, ijlis, qum min, ila, inna, hatta, qad

✎Tadribat — Pasal 2

Latihan Pertama — Benar / Salah

Latihan Kedua — Esai

Latihan Ketiga — Lengkapi Tabel (Isim / Fi'il / Huruf)

KataJenisnya

Latihan Keempat — Keluarkan Isim, Fi'il, Huruf dari Kalimat

3Jenis-Jenis Fi'il

Masalah Pertama: Apa Sajakah Jenis-Jenis Fi'il?

Fi'il terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Madhi (lampau)
  2. Mudhari' (sekarang/akan datang)
  3. Amr (perintah)

Masalah Kedua: Fi'il Madhi

Fi'il Madhi adalah: yang menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi sebelum waktu berbicara.

Contoh: tawadhdha'a (telah berwudhu), shalla (telah shalat), nama (telah tidur), shama (telah berpuasa), syariba (telah minum), akala (telah makan), qama (telah berdiri), taba (telah bertaubat), istaghfara (telah memohon ampun), nadima (telah menyesal).

Masalah Ketiga: Fi'il Mudhari'

Fi'il Mudhari' adalah: yang menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu berbicara, atau sesudahnya.

Contoh: yatawadhdha'u, yushalli, yashumu, yanamu, ya'kulu, yasyrabu, yaqumu, yatubu, yastaghfiru, yandamu.

Faedah

Fi'il mudhari' harus dimulai dengan salah satu huruf dari huruf-huruf kata "Anaitu" (hamzah, nun, ya', ta'), dan huruf itu bukan bagian dari asal kata.

Contoh: aktubu, naktubu, yaktubu, taktubu (semuanya bermakna "menulis" dengan pelaku berbeda) — semua ini fi'il mudhari' karena dimulai huruf mudhara'ah yang bukan asal kata.

Namun apabila huruf itu adalah bagian dari asal kata, ia tidak menjadi fi'il mudhari'. Contoh: amara (memerintah), nafadza (berlaku/terlaksana), yabisa (mengering), ta'iba (lelah) — bukan fi'il mudhari', karena huruf pertamanya adalah bagian dari asal kata itu sendiri.

Masalah Keempat: Fi'il Amr

Fi'il Amr adalah: yang menunjukkan suatu peristiwa yang diminta terjadinya sesudah waktu berbicara.

Contoh: tawadhdha' (berwudhulah!), isyrab (minumlah!), indam (menyesallah!), istaghfir (mohon ampunlah!), shalli (shalatlah!), nam (tidurlah!), iqra' (bacalah!), takallam (berbicaralah!), tashaddaq (bersedekahlah!).

AspekFi'il MadhiFi'il Mudhari'Fi'il Amr
Definisi Menunjukkan peristiwa yang terjadi sebelum waktu berbicara. Menunjukkan peristiwa yang terjadi pada waktu berbicara, atau sesudahnya. Menunjukkan peristiwa yang diminta terjadinya sesudah waktu berbicara.
Contoh ja'a, takallama, shama, nama, fa'ala yahfazhu, yudzakiru, yanamu, yajtahidu, yaf'alu ihfazh, ijtahid, iqra', ista'idd, idzhab

✎Tadribat — Pasal 3

Latihan Pertama — Benar / Salah

Latihan Kedua — Esai

Latihan Ketiga — Lengkapi Tabel (Madhi / Mudhari' / Amr)

Fi'ilJenisnya

4Tanda-Tanda Isim, Fi'il, dan Huruf

Masalah Pertama: Bagaimana Isim Dikenali?

Setiap kata yang menerima salah satu tanda berikut ini, maka ia adalah isim:

  1. Masuknya alif dan lam. Contoh: al-'ilmu, ash-shabru, al-insanu, al-hamdu, an-nabatu.
  2. Masuknya huruf-huruf jar. Contoh: Marartu bi-Zaidin (Aku melewati Zaid), Waqaftu 'ala kursiyyin, Ji'tu min Mishra, wallahi layantasiranna al-Islamu.
  3. An-Nida' (panggilan). Contoh: Ya Ibrahimu! (Wahai Ibrahim!), ya Rabbi (Wahai Tuhanku).
  4. At-Tanwin — nun sukun yang menyertai akhir isim secara lafal, dan berpisah darinya secara tulisan. Contoh: Muhammadun, Asadun, 'Aqidatun, Syajaratun, Nabatun.
  5. Al-Jarr bil-Idhafah (majrur karena idhafah/penyandaran). Contoh: Baitu 'Amrin (rumah 'Amr), Hadiqatu Zaidin (kebun Zaid).

Masalah Kedua: Bagaimana Fi'il Dikenali?

Setiap kata yang menerima salah satu tanda berikut ini, maka ia adalah fi'il:

  1. "Qad". Contoh: Qad ja'a al-musafiru; Qad yanjahu al-muhmilu.
  2. "As-Sin". Contoh: Sanahfazhu al-Qur'ana; Satantasyiru as-sunnatu.
  3. "Sawfa". Contoh: Sawfa usafiru; Sawfa ahfazhu as-sunnata.
  4. "Ta' Ta'nits Sakinah" (ta' penanda muannats yang sukun). Contoh: Jalasat Hindun; Namat Shafiyyatu.
  5. Menunjukkan permintaan (thalab) disertai bisa menerima ya' mukhathabah, atau nun taukid. Contoh: iqra' → iqra'i / iqra'anna; ijtahid → ijtahidi / ijtahidanna.
Faedah

Pembagian tanda-tanda fi'il:

  • Khusus fi'il mudhari': masuknya "as-sin" dan "sawfa".
  • Khusus fi'il madhi: masuknya "ta' ta'nits sakinah".
  • Khusus fi'il amr: menunjukkan permintaan disertai bisa menerima ya' mukhathabah atau nun taukid.
  • Dimiliki bersama mudhari' & madhi: masuknya "qad".

Masalah Ketiga: Bagaimana Huruf Dikenali?

Huruf dikenali dengan tidak diterimanya (padanya) satu pun tanda dari tanda-tanda isim dan fi'il.

Contoh: hal, 'ala, rubba, hatta, inna, 'an, la'alla, fi.

Tanda-Tanda IsimTanda-Tanda Fi'ilTanda-Tanda Huruf
Alif-lam (al-masjidu); huruf jar (fi masjidin); nida' (ya Zaidu); tanwin (bustanun); jarr bil-idhafah (fi ad-daulati al-mutaqaddimati) Qad (qad yajtahidu); as-sin & sawfa khusus mudhari' (sanaqra'u, sawfa nadzhabu); ta' ta'nits sakinah khusus madhi (akalat); permintaan + ya' mukhathabah/nun taukid khusus amr (uktubi, uktubanna) Kata yang tidak menerima tanda isim maupun fi'il. Contoh: 'ala, ila, 'an, fi.

✎Tadribat — Pasal 4

Latihan Pertama — Lengkapi Pernyataan

Latihan Kedua — Esai

Latihan Ketiga — Keluarkan Isim, Fi'il, Huruf dari Ayat (+ Tandanya)

Latihan Keempat — Lengkapi Tabel (Jenis & Tanda)

KataJenisnya

5Nakirah dan Ma'rifah

Bahasan Pertama: Nakirah

Masalah Pertama: Apakah Nakirah Itu?

Nakirah adalah: isim yang tidak menunjukkan sesuatu yang tertentu, namun sah untuk digunakan pada setiap satu dari anggota jenisnya sebagai pengganti (yang mana saja).

Contoh: kitab, laki-laki, perempuan, pohon, kertas, hewan — semuanya nakirah karena tidak menunjuk dzat tertentu yang kita kenal, namun sah digunakan untuk setiap anggota jenisnya.

Masalah Kedua: Dengan Apa Nakirah Dikenali?

Nakirah dikenali dengan sahnya alif dan lam masuk padanya, dan apabila alif dan lam masuk padanya, ia menjadi ma'rifah.
NakirahMa'rifah
ghulamun (anak laki-laki)al-ghulamu
rajulun (laki-laki)ar-rajulu
imra'atun (perempuan)al-mar'atu
kitabun (buku)al-kitabu
dzi'bun (serigala)adz-dzi'bu
syajaratun (pohon)asy-syajaratu
hayawanun (hewan)al-hayawanu
tamrun (kurma)at-tamru
baitun (rumah)al-baitu

Bahasan Kedua: Ma'rifah

Ma'rifah adalah: isim yang menunjukkan sesuatu yang tertentu. Ia terbagi menjadi enam bagian:

1. Dhama'ir (Kata Ganti)

Menunjukkan mutakallim (orang pertama), mukhathab (orang kedua), atau gha'ib (orang ketiga).

  • Mutakallim (2): Ana (saya, tunggal); Nahnu (kami/kita, jamak atau ta'zhim).
  • Mukhathab (5): Anta (kamu, laki-laki tunggal); Anti (kamu, perempuan tunggal); Antuma (kalian berdua); Antum (kalian, laki-laki jamak); Antunna (kalian, perempuan jamak).
  • Gha'ib (5): Huwa (dia, laki-laki tunggal); Hiya (dia, perempuan tunggal); Huma (mereka berdua); Hum (mereka, laki-laki jamak); Hunna (mereka, perempuan jamak).

2. Al-A'lam (Nama-Nama)

Nama orang, hewan, tumbuhan, benda mati, dan negeri. Contoh: Zaid, Khadijah, Asad (singa), Fahd, Aruz (beras), Jidar (dinding), Makkah.

3. Asma' al-Isyarah (Kata Tunjuk)

  • Hadza (ini, laki-laki tunggal)
  • Hadzihi (ini, perempuan tunggal)
  • Hadzani/Hadzaini (ini berdua, laki-laki)
  • Hatani/Hataini (ini berdua, perempuan)
  • Ha'ula'i (mereka ini, jamak laki-laki/perempuan)

4. Al-Asma' al-Mawshulah (Kata Sambung)

  • Alladzi (yang, laki-laki tunggal)
  • Allati (yang, perempuan tunggal)
  • Alladzani/Alladzaini (yang, dua laki-laki)
  • Allatani/Allataini (yang, dua perempuan)
  • Alladzina (yang, jamak laki-laki)
  • Al-La'i/Al-Lati (yang, jamak perempuan)

5. Yang Disertai Alif dan Lam

Contoh: ar-rajulu, al-kitabu, asy-syajaratu, al-hamdu, ash-shalatu, ash-shabru, al-birru, al-'uququ, al-kadzibu.

6. Yang Disandarkan (Idhafah) kepada Salah Satu dari Lima Bagian Sebelumnya

  • Kepada dhamir: kitabuka (bukumu), baitukum (rumah kalian), hijabukunna (hijab kalian).
  • Kepada 'alam: kitabu Muhammadin, baitu Sa'din, hijabu Khadijata.
  • Kepada isim isyarah: kitabu hadza ath-thalibi, baitu ha'ula'i ar-rijali, hijabu hadzihi al-mar'ati.
  • Kepada isim mawshul: kitabu al-ladzi ijtahada, baitu al-ladzina safaru, hijabu allati ta'affafat.
  • Kepada yang ber-alif-lam: kitabu ath-thalibi, baitu ar-rajuli, hijabu al-mar'ati.

✎Tadribat — Pasal 5

Latihan Pertama — Benar / Salah

Latihan Kedua — Lengkapi Pernyataan

Latihan Ketiga — Pilihan Ganda

Latihan Keempat — Esai

Latihan Kelima — Keluarkan Nakirah & Ma'rifah dari Ayat

Latihan Keenam — Lengkapi Tabel (Jenis & Tanda)

Dua baris pertama sudah dicontohkan pada sumber asli.

KataJenisnya
Skor Latihan (Benar/Salah, Pilihan Ganda & Tabel Klasifikasi)
0 / 0

Isi nama, jawab semua soal Benar/Salah & Pilihan Ganda, lalu periksa semua tabel klasifikasi untuk mengaktifkan tombol kirim.