Fasih Academy
الْبَابُ الثَّانِي: الْبِنَاءُ وَالْإِعْرَابُ

Al-Bina' wal I'rab

Bab 2 · Fasal 1: Definisi Bina' dan I'rab
Bab ini terdiri dari tiga pasal: (1) Definisi Bina' dan I'rab, (2) Keadaan-Keadaan Bina', (3) Keadaan-Keadaan I'rab. Materi di bawah ini mencakup Pasal 1 beserta latihannya; Pasal 2 dan 3 menyusul.
Pengantar Singkat

Bina' adalah kata yang bentuk akhirnya TETAP (tidak berubah) apa pun posisinya dalam kalimat — seperti kata benda kaku yang tak terpengaruh jabatan gramatikalnya.

I'rab adalah kata yang bentuk akhirnya BERUBAH-UBAH mengikuti posisi/fungsinya dalam kalimat (subjek, objek, dsb).

1Masalah Pertama: Definisi Bina'

Bina' adalah: keharusan akhir kata untuk tetap pada satu keadaan dalam semua susunan kalimat, seperti dhammah, fathah, kasrah, atau sukun.

Maka setiap kata yang akhirnya harus dhammah, fathah, kasrah, atau sukun disebut mabni 'ala adh-dhamm (dibina' dengan dhammah), mabni 'ala al-fath, mabni 'ala al-kasr, atau mabni 'ala as-sukun. Ini disebut ahwal al-bina' (keadaan-keadaan bina').

Kata-kata yang mabni (tetap/tidak berubah): sebagian isim, seluruh huruf, seluruh fi'il madhi, fi'il amr, dan fi'il mudhari' yang diakhiri nun taukid atau nun niswah.

Contoh Isim yang Mabni

Dhama'ir "ana, huwa, ta' al-fa'il"; isim isyarah kecuali "hadzaini dan hataini"; isim mawshul kecuali "al-ladzaini dan al-latayni"; dan isim istifham kecuali "ayyi". Semua isim ini mabni, tetap pada satu keadaan: ada yang tetap sukun, fathah, dhammah, atau kasrah.

Contoh Huruf yang Mabni

Fi, ila, 'an, la'alla, mundzu1, lam jarr. Semua huruf ini mabni: ada yang tetap sukun (fi, ila, 'an), tetap fathah (la'alla), tetap dhammah (mundzu), dan tetap kasrah (lam jarr).

Contoh Fi'il Madhi yang Mabni

Akala, syariba, hafizha, jalasa — semuanya mabni dengan fathah, karena ia fi'il madhi.

Contoh Fi'il Amr yang Mabni

Uktub, unzhur, if'al, iqra' — semuanya mabni dengan sukun, karena ia fi'il amr.

Contoh Fi'il Mudhari' yang Mabni

Yantashiranna, yajlisan — mabni karena diakhiri nun taukid (tsaqilah pada yang pertama, khafifah pada yang kedua). Yaqra'anna, yahfazhna — mabni dengan sukun karena diakhiri nun niswah (penanda jamak perempuan).

2Masalah Kedua: Isim-Isim yang Mabni

Pada asalnya, isim itu mu'rab (dapat berubah bentuk akhirnya), namun ada sebagian isim yang mabni, di antaranya:

  1. Isim isyarah, kecuali "hadzaini dan hataini". Seperti: hadza, hadzihi, ha'ula'i, huna, hunaka.
  2. Isim mawshul, kecuali "al-ladzaini dan al-latayni". Seperti: al-ladzi, allati, al-ladzina, al-lati, al-lawati.
  3. Isim istifham (kata tanya), kecuali "ayyi". Seperti: kaifa, aina, hal, mata.
  4. Isim syarat (kata syarat), kecuali "ayyi". Seperti: man, ma, mata, ayyana, aina, haitsuma, kaifama, ainama, mahma.
  5. Dhama'ir (kata ganti). Seperti: ana, huwa, nahnu, hum, ta' al-fa'il.
Penjelasan Tambahan

Intinya: bina' = kata yang "membeku" bentuk akhirnya. Contoh mudah: kata "ini" (hadza) tetap dieja sama, baik sebagai subjek, objek, maupun setelah kata depan — tidak berubah seperti isim mu'rab.

Kata mabni umumnya adalah kata-kata "tertutup/khusus": kata ganti (dhama'ir), kata tunjuk, kata sambung, kata tanya, kata syarat, semua huruf, dan semua fi'il madhi/amr.

Cara mudah mengingat: kata-kata yang jumlahnya terbatas dan sudah 'hafal luar kepala' (dhama'ir, isim isyarah, dst.) cenderung mabni, sedangkan isim-isim umum (nama benda, orang, tempat) pada dasarnya mu'rab.

3Masalah Ketiga: Definisi I'rab

I'rab adalah: berubahnya keadaan akhir kata sesuai kedudukannya dalam kalimat, berupa rafa', nashab, jarr, dan jazm.

Ini disebut ahwal al-i'rab (keadaan-keadaan i'rab), yang terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Yang dimiliki bersama oleh fi'il dan isim: rafa', nashab.
  2. Yang khusus untuk isim: jarr.
  3. Yang khusus untuk fi'il: jazm.

Kata-kata yang mu'rab (dapat berubah bentuk akhirnya) adalah: mayoritas isim, dan seluruh fi'il mudhari' kecuali apabila tersambung dengan nun taukid, atau nun niswah.

Contoh Perubahan pada Isim: "Zaid"

  • Ja'a Zaidun (Zaid telah datang) — marfu' (dhammah), sebagai fa'il.
  • Ra'aitu Zaidan (Aku telah melihat Zaid) — manshub (fathah), sebagai maf'ul bih.
  • Marartu bi-Zaidin (Aku telah melewati Zaid) — majrur (kasrah), karena didahului huruf jar "ba'".

Contoh Perubahan pada Fi'il: "Yusafiru"

  • Yusafiru Zaidun (Zaid sedang/akan bepergian) — marfu', karena tidak didahului nashib maupun jazim.
  • Lan yusafira Zaidun (Zaid tidak akan bepergian) — manshub, karena didahului huruf nashab "lan".
  • Lam yusafir Zaidun (Zaid belum bepergian) — majzum, karena didahului huruf jazm "lam".

◆Faedah: I'rab Lafzhi dan I'rab Taqdiri

I'rab terkadang berupa lafal (tampak), dan terkadang berupa taqdir (perkiraan/tersembunyi).

I'rab Lafzhi: i'rab yang tidak ada penghalang untuk diucapkan.

I'rab Taqdiri: i'rab yang ada penghalang untuk diucapkan. Penghalang itu ada tiga jenis:

Jenis 1: Ta'adzdzur an-Nuthq bil-Harakah

(Sulitnya/tidak mungkinnya mengucapkan harakat) — karena kata diakhiri alif maqshurah, seperti: al-fata, ar-ridha, al-Mushthafa. Diperkirakan semua harakat (dhammah, fathah, kasrah).

  • Safara al-fata — marfu' dengan dhammah muqaddarah.
  • Ra'aitu al-fata — manshub dengan fathah muqaddarah.
  • Sallamtu 'ala al-fata — majrur dengan kasrah muqaddarah.

Jenis 2: Istitsqal an-Nuthq bil-Harakah

(Beratnya mengucapkan harakat) — karena kata diakhiri ya' manqushah atau wawu, seperti: al-ati, ad-da'i, al-qadhi, al-'adi, yad'u. Diperkirakan hanya dhammah dan kasrah; adapun fathah tetap tampak karena ringannya.

  • Ja'a al-qadhi — marfu' dengan dhammah muqaddarah.
  • Abshartu al-qadhiya — manshub, fathah tampak (tidak diperkirakan).
  • Dzahabtu ila al-qadhi — majrur dengan kasrah muqaddarah.

Jenis 3: Al-Munasabah

(Penyesuaian) — karena kata diakhiri ya' mutakallim (ya' kepunyaan orang pertama), seperti: waladi, kitabi, qalami, baiti, shalati. Diperkirakan semua harakat (dhammah, fathah, kasrah).

  • Jalasa waladi — marfu' dengan dhammah muqaddarah.
  • A'thaitu waladi kitaban — manshub dengan fathah muqaddarah.
  • Safartu ma'a waladi — majrur dengan kasrah muqaddarah.
Penjelasan Tambahan

I'rab lafzhi = harakatnya BENAR-BENAR terdengar/tertulis (biasa). I'rab taqdiri = harakatnya ADA secara teori tapi tidak diucapkan karena tiga alasan teknis pengucapan.

Trik mengingat 3 jenis penghalang (mawani'): (1) Ta'adzdzur — kata berakhiran alif (fata, 'asha) benar-benar TIDAK BISA diberi harakat apa pun. (2) Tsiql — kata berakhiran ya'/wawu (qadhi, da'i) BISA diberi fathah (ringan), tapi dhammah/kasrah terasa berat sehingga disembunyikan. (3) Munasabah — kata berakhiran ya' mutakallim ('kepunyaanku', seperti kitabi) disembunyikan harakatnya demi keserasian bunyi dengan ya' itu sendiri.

Karena tiga alasan itulah kita tetap bisa menyebut i'rabnya (rafa'/nashab/jarr) walau harakatnya tidak kelihatan — sebab i'rab itu soal kedudukan kata dalam kalimat, bukan semata bunyi hurufnya.

◆Tabel-Tabel Perbandingan

AspekBina'I'rab
Definisi Keharusan akhir kata untuk tetap pada satu keadaan dalam semua susunan kalimat, seperti dhammah, fathah, kasrah, atau sukun. Berubahnya keadaan akhir kata sesuai kedudukannya dalam kalimat, berupa rafa', nashab, jarr, dan jazm.
Keadaan-keadaannya Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun. Rafa', nashab, jarr, dan jazm.
Jenis kata yang mengalaminya Sebagian isim, seluruh huruf, seluruh fi'il madhi, fi'il amr, dan fi'il mudhari' yang diakhiri nun taukid atau nun niswah. Mayoritas isim, dan seluruh fi'il mudhari' kecuali yang tersambung nun taukid atau nun niswah.
AspekI'rab LafzhiI'rab Taqdiri
Definisi I'rab yang tidak ada penghalang untuk diucapkan. I'rab yang ada penghalang untuk diucapkan.
Jenis & Contoh Dhammah (ath-thalibu yatakallamu); Fathah (kallama Zaidun ar-rajula); Kasrah (jalastu 'ala ad-darraji); Sukun (lam yusafir Muhammadun). Ta'adzdzur (ar-raha, al-hija, al-'asha); Tsiql (ad-da'i, an-nadi, as-sa'i — hanya fathah yang tampak); Munasabah (kitabi, shadiqi, mu'allimi).

1. Lihat: Al-Adzkar, karya An-Nawawi, hlm. 35. (Mundzu: digunakan sebagai huruf, dan juga sebagai isim.)

✎Tadribat — Pasal 1

Latihan Pertama — Benar / Salah

Latihan Kedua — Lengkapi Pernyataan

Latihan Ketiga — Pilihan Ganda

Latihan Keempat — Esai

Latihan Kelima — Bedakan Mu'rab & Mabni dalam Teks Hadits

Latihan Keenam — Lengkapi Tabel (Penghalang Pengucapan Harakat)

KataPenghalangnya
Skor Latihan (Benar/Salah, Pilihan Ganda & Tabel)
0 / 0

Isi nama, jawab semua soal Benar/Salah & Pilihan Ganda, lalu periksa tabel klasifikasi untuk mengaktifkan tombol kirim.