Keadaan i'rab fi'il mudhari' ada tiga:
Apabila huruf akhirnya shahih (bukan huruf 'illat).
يَقُومُ زَيدٌ اللَّيلَ
"Zaid bangun (untuk shalat/beribadah) di malam hari."
يَدْرُسُ عَمرٌو الفِقهَ
"Amr mempelajari ilmu fiqih."
I'rab: fi'il mudhari' marfu' dengan dhammah yang zhahirah.
Apabila huruf akhirnya mu'tall (huruf 'illat).
يَقضِي القاضِي بالحَقِّ
"Hakim memutuskan (perkara) dengan kebenaran." — mu'tall dengan ya' (tsiql)
يَدعُو المسلمُ ربَّه
"Seorang muslim berdoa kepada Rabbnya." — mu'tall dengan wawu (tsiql)
يَرضَى المؤمنُ بِقَضاءِ ربِّه
"Seorang mukmin ridha dengan takdir Rabbnya." — mu'tall dengan alif (ta'adzdzur)
Apabila fi'il mudhari' bersambung dengan dhamir tatsniyah, dhamir jama', atau dhamir mu'annats mukhathabah — kelima bentuk ini disebut al-Amtsilah al-Khamsah.
الطالبانِ يُشارِكانِ في المسابقة
"Kedua siswa itu ikut serta dalam perlombaan." (dhamir tatsniyah)
الطلابُ يُشارِكونَ في المسابقة
"Para siswa itu ikut serta dalam perlombaan." (wawu jama'ah)
أنتِ تُشَارِكينَ في المسابقة
"Kamu (perempuan) ikut serta dalam perlombaan." (ya' mukhathabah)
Al-Amtsilah al-Khamsah di-i'rab: marfu' dengan tetapnya nun (rafa'), manshub dengan hadzf an-nun (nashab), dan majzum dengan hadzf an-nun (jazm). Adapun dhamirnya (alif tatsniyah, wawu jama'ah, ya' mukhathabah) di-i'rab sebagai dhamir mabni dalam posisi rafa' sebagai fa'il.
Apabila huruf akhirnya shahih, atau mu'tall dengan ya'/wawu.
لن يَنجَحَ المهمِلُ
"Orang yang malas tidak akan pernah berhasil."
لن يَقضِيَ القاضي بالباطل
"Hakim tidak akan pernah memutuskan dengan kebatilan." (mu'tall ya')
لن نَدعُوَ إلَّا اللهَ
"Kami tidak akan pernah berdoa kecuali kepada Allah." (mu'tall wawu)
Apabila huruf akhirnya mu'tall dengan alif.
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
[QS. Al-Baqarah: 120]
"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu sampai engkau mengikuti agama mereka."
Apabila termasuk al-Amtsilah al-Khamsah.
لن يَأكُلوا من طعامٍ ضارٍّ
"...tidak akan pernah makan dari makanan yang berbahaya."
Fi'il mudhari' di-nashab-kan oleh tujuh alat: أَنْ، لَنْ، كَي، إذَنْ، لام التعليل، حَتَّى، لام الجُحود (an, lan, kay, idzan, lam ta'lil, hatta, lam juhud) — terbagi tiga bagian:
أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ
[QS. An-Nur: 22]
"Tidakkah kamu ingin agar Allah mengampunimu?" — "an" = huruf mashdar, nashab, istiqbal, tanpa posisi i'rab.
لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ
[QS. Al-Baqarah: 61]
"Kami tidak akan pernah sabar dengan satu macam makanan saja." — "lan" = huruf nafi, nashab, istiqbal.
لِّكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا
[QS. Al-Hajj: 5]
"...agar dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun setelah mengetahui." — "kay" nashibah bila didahului lam ta'lil (lafzhan/taqdiran).
Contoh "idzan": إذَنْ أُكرِمَك ("Kalau begitu aku akan memuliakanmu") — "idzan" nashibah dengan 3 syarat: (1) di awal kalimat, (2) fi'il setelahnya bermakna istiqbal, (3) tidak ada pemisah kecuali nida', qasam, atau "la" nafiyah.
لِيُدْخِلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ جَنَّٰتٍ
[QS. Al-Fath: 5]
"...agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga." — lam = huruf ta'lil, mabni kasrah.
فَٱعْفُوا۟ وَٱصْفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ
[QS. Al-Baqarah: 109]
"Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya."
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمْ
[QS. Al-Baqarah: 143]
"Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu." — lam juhud nashibah bila didahului "ma kana" atau "lam yakun".
Apabila huruf akhirnya shahih.
وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْأَخَرِ
[QS. Al-Ma'idah: 27]
"...dan (kurban) dari yang lain tidak diterima."
Apabila huruf akhirnya mu'tall.
وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ
[QS. Al-Ahzab: 39]
"...dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah."
Apabila termasuk al-Amtsilah al-Khamsah.
لم يأكلوا الطعام
"...(mereka, lk) tidak makan makanan itu."
Fi'il mudhari' di-jazm-kan oleh delapan belas alat, terbagi dua bagian:
لَمْ، لَمَّا، أَلَمْ، أَلَمَّا، لام الطلب، لا الطلبية (lam, lamma, alam, alamma, lam thalab, la thalabiyyah)
وَمَن لَّمْ يَطَّعَمْهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّى
[QS. Al-Baqarah: 249]
"...dan barang siapa yang tidak meminumnya, maka sesungguhnya dia termasuk golonganku."
قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟
[QS. Al-Hujurat: 14]
"Katakanlah: 'Kamu belum beriman.'"
وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ
[QS. Ali 'Imran: 142]
"...padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu." (sukun muqaddar, terhalang iltiqa' as-sakinain)
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ
[QS. At-Talaq: 7]
"Hendaklah orang yang mempunyai keluasan (rezeki) memberi nafkah menurut kemampuannya." (lam thalab)
فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
[QS. Al-An'am: 68]
"...maka janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim itu." (la nahiyah/thalabiyyah)
إنْ، مَن، ما، مَهما، أيّ، متى، أين، أيَّان، أنَّى، حيثما، كيفما، إذ ما
إِنْ تَذاكَرْ تَنجَحْ
"Jika engkau belajar, niscaya engkau akan berhasil." (تذاكر = fi'il syarat, تنجح = jawab syarat)
مَنْ يجتهدْ يَفُزْ
"Barang siapa bersungguh-sungguh, niscaya ia akan beruntung." ("man" = isim syarat mabni, mubtada')
أينَما تكونوا تجدوا رزقكم
"Di mana pun kamu berada, kamu akan mendapati rezekimu." (kedua fi'il termasuk al-Amtsilah al-Khamsah, majzum dengan hadzf an-nun)
مهما تَقرَأ تَفهَمْ
"Apa pun yang engkau baca, engkau akan memahaminya."
| Keadaan | Tanda | Syarat |
|---|---|---|
| Rafa' | Dhammah Zhahirah | Huruf akhirnya shahih |
| Dhammah Muqaddarah | Huruf akhirnya mu'tall | |
| Tsubut an-Nun | Termasuk al-Amtsilah al-Khamsah | |
| Nashab | Fathah Zhahirah | Shahih akhir, atau mu'tall ya'/wawu |
| Fathah Muqaddarah | Huruf akhirnya mu'tall dengan alif | |
| Hadzf an-Nun | Termasuk al-Amtsilah al-Khamsah | |
| Jazm | Sukun | Huruf akhirnya shahih |
| Hadzf Harf al-'Illah | Huruf akhirnya mu'tall | |
| Hadzf an-Nun | Termasuk al-Amtsilah al-Khamsah |
| Alat Nashab | Bagian |
|---|---|
| an, lan, kay, idzan | Menashabkan dengan sendirinya |
| Lam ta'lil | Menashabkan dengan "an" tersembunyi (jawaz) |
| Hatta, lam juhud | Menashabkan dengan "an" tersembunyi (wajib) |
| Alat Jazm | Bagian |
|---|---|
| Lam, lamma, alam, alamma, lam thalab, la thalabiyyah | Menjazmkan satu fi'il saja |
| In, man, ma, mahma, ayyi, mata, aina, ayyana, anna, haitsuma, kaifama, idz ma | Menjazmkan dua fi'il (syarat & jawab syarat) |
| Aspek | Al-Amtsilah al-Khamsah |
|---|---|
| Definisi | Setiap fi'il mudhari' yang bersambung dengan dhamir tatsniyah, dhamir jama', atau dhamir mu'annats mukhathabah. |
| Contoh | yaf'alani, taf'alani, yaf'aluna, taf'aluna, taf'alina |
| I'rab Rafa' | Marfu' dengan tsubut an-nun. |
| I'rab Nashab | Manshub dengan hadzf an-nun. |
| I'rab Jazm | Majzum dengan hadzf an-nun. |
Latihan ini bersifat produktif/kreatif (isilah titik-titik pada 22 kalimat rumpang dengan fi'il mudhari' yang sesuai konteks, lalu bentuk huruf akhirnya sesuai kaidah rafa'/nashab/jazm). Karena jawabannya bervariasi, latihan ini terbaik dikerjakan bersama pengajar untuk dikoreksi langsung.
Contoh pola nomor 1: "Aqra'u al-Qur'ana li... (isi dengan fi'il mudhari' manshub, misal: "li-atadabbara ma'anihi" — agar aku merenungkan maknanya).
Masukkan tiap fi'il berikut ke dalam tiga kalimat berbeda (satu marfu', satu manshub, satu majzum): tasyrabu, tudzakiru, tahfazhu, tushalli, tusafirani, tantaqibina, tanaluna, tardha, yarjuna, tadha'u, takunu, ta'tiyani, tafuzu.
Contoh pola untuk "tasyrabu": Marfu' — "Anti tasyrabu al-laban" (tanpa alat nashab/jazm). Manshub — "Lan tasyrabi al-khamra" (didahului "lan", huruf akhir dibuang jika termasuk Amtsilah Khamsah, atau fathah zhahirah jika bukan). Majzum — "La tasyrabi al-khamra" (didahului la nahiyah).